.

Dampak Pandemi PAD Terganggu,Aleg Minta Pemda Lakukan Inovasi

Caption : Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Hj.Sumiyati, S.Pd.I, M.IPol

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-Dampak Pandemi Covid-19 ruang gerak menjadi terbatas dan hal ini menjadi tantangan bagi semua sektor salah satunya adalah sektor pendapatan asli daerah (PAD) dan laju perekonomian .

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat pada tahun 2021 mengalami penurunan cukup signifikan, sekitar Rp.5 triliun. Penurunan ini sebagai dampak dari Pandemi Covid-19.Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Hj.Sumiyati, S.Pd.I, M.IPol yang membidangi keuangan ini,saat diminta tanggapannya melalui telepon seluler Kamis (2/12/2021).

Dengan cukup besarnya penurunan PAD tentunya akan sangat berdampak terhadap beberapa program yang ada di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), terutama yang berkaitan langsung untuk kesejahteraan rakyat. Bahkan secara langsung juga berpengaruh terhadap kemampuan perekonomian masyarakat,tutur Anggota legislatif (Aleg) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP)DPRD Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut dikatakan Bunda Sum, ketika perekonomian terganggu tentu kewajiban-kewajiban masyarakat dalam pemenuhan kewajiban pajak dan yang lainnya,tentu mengalami gangguan karena dengan dihantam dua tahun pandemi itu perekonomian sangat drop,tutur Aleg partai berlamabang bateng moncong putih ini.

Menurutnya, untuk meningkatkan PAD kedepan dari sektor pajak, Pemprov Jabar perlu melakukan pelayanan yang dapat mempermudah masyarakat dengan berbagai yang inovatif dan kaloboratif dalam meningkatkan PAD dari sektor pajak mengeluarkan program tripel untung salah satu relaksasi untuk para wajib pajak bisa menyelesaikan kewajibannya tanpa harus dengan banyak potongan. 

"Kedepan harus mempermudah akses pelayanan dan mendekatkan dengan berbagai inovasi yang hari ini dilakukan oleh Pemprov,"pungkas anggota DPRD Jabar dapil Kota Bekasi dan Kota Depok.(Rie/AdPar)