![]() |
| Caption : Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (Kanan) (Foto dok PDIP) |
JAKARTA,LENTERAJABAR.COM,-- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan 2026 resmi bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu (10/1/2026).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, Rakernas kali ini dijalankan dengan format yang lebih substansial dibandingkan periode sebelumnya.
Evaluasi, Kritik, dan Arah Masa Depan Partai
Menurut Hasto, Rakernas menjadi momentum penting bagi PDIP untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kritik dan otokritik internal, sekaligus menentukan arah masa depan partai dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Ini menunjukkan partai menaruh skala prioritas terhadap berbagai persoalan pokok rakyat,” tegas Hasto dalam konferensi pers pembukaan, dikutip Minggu (12/1/2026).
Diperluas Menjadi 7 Komisi Kerja
Sebagai langkah konkret, Rakernas I PDIP 2026 berlangsung hingga 12 Januari 2026 dengan membentuk 7 komisi kerja, meningkat dari format sebelumnya yang hanya terdiri dari 3 komisi.
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menjelaskan, perubahan ini bertujuan agar pembahasan lebih fokus dan mendalam.
“Pada Rakernas pertama pascakongres ke-6 ini, komisi dibuat lebih fokus dan substansial,” ujar Djarot.
Serap Aspirasi Rakyat dari Daerah
Djarot menambahkan, Rakernas dirancang untuk menyerap masukan dari rakyat yang diwakili oleh DPD PDIP dari seluruh provinsi, terutama dalam merespons tantangan politik dan isu strategis ke depan.
Hasil kerja masing-masing komisi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi dan sikap politik resmi partai, yang akan dibacakan pada penutupan Rakernas, Senin, 12 Januari 2026.
Berikut tujuh komisi yang dibentuk dalam Rakernas I PDIP 2026:
1.Komisi Sikap Politik
Membahas arah internal dan eksternal partai, termasuk respons terhadap isu politik terkini seperti Pilkada.
2.Komisi Program
Terbagi dalam subkomisi Pemerintahan, Kerakyatan, dan Hubungan Internasional, dengan fokus desentralisasi dan tata kelola daerah.
3.Komisi Organisasi
Menitikberatkan konsolidasi struktur hingga tingkat ranting, rekrutmen kader, dan pendidikan politik.
4.Komisi Pemenangan Pemilu
Menyusun strategi pemenangan Pemilu Legislatif dan Pilkada mendatang.
5.Komisi Pemuda dan Komunikasi Politik
Menyikapi potensi pemilih muda yang diprediksi mencapai 56 persen pada 2029 melalui pendekatan komunikasi relevan.
6.Komisi Perempuan dan Anak
Membahas isu perlindungan dan persoalan spesifik perempuan serta anak.
7.Komisi Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana
Merespons persoalan kerusakan lingkungan, sesuai arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
