JAKARTA.LENTERAJABAR.COM,-- Upaya meningkatkan literasi teknologi rumah tangga kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat. Edukasi tidak lagi hanya hadir di pusat perbelanjaan atau pameran produk, tetapi dibawa langsung ke ruang-ruang komunitas warga. Pendekatan tersebut dilakukan AZKO Metro Sunter melalui keterlibatannya dalam kegiatan warga RW 06 Sunter Agung, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan yang digelar bersama Karang Taruna Unit Kerja RW 06 dan LMK Sunter Agung ini diisi dengan senam pagi bersama, pengobatan gratis, serta bazar UMKM yang diikuti warga dari berbagai usia. Di tengah rangkaian kegiatan, tim AZKO Metro Sunter berbaur langsung dengan masyarakat.
Selain ikut senam bersama, AZKO menghadirkan demo slow juicer dengan membagikan jus sehat kepada warga serta demo air fryer untuk memperkenalkan cara mengolah makanan tanpa minyak sebagai bagian dari edukasi gaya hidup sehat. Warga terlihat antusias mencicipi hasil demo sekaligus berdiskusi mengenai manfaat dan cara penggunaan produk.
Selain edukasi gaya hidup sehat, AZKO Metro Sunter juga memperkenalkan Krisbow Sync, ekosistem rumah pintar yang memungkinkan berbagai perangkat rumah tangga terhubung dan dikendalikan melalui satu aplikasi di ponsel. Edukasi dilakukan secara terbuka dengan format dialog dan tanya jawab yang mudah dipahami.
Advisor AZKO Metro Sunter, Fahrul Fajar, mengatakan banyak warga awalnya menganggap teknologi rumah pintar hanya cocok untuk rumah besar atau hunian modern. “Setelah melihat demo langsung, warga jadi paham bahwa teknologi ini justru membantu aktivitas harian, mulai dari pencahayaan hingga keamanan rumah, dan bisa diterapkan di rumah tinggal biasa,” ujarnya.
Store Manager AZKO Metro Sunter, Sekar Tyas Nareswari, menilai pendekatan komunitas membuat proses edukasi berjalan lebih efektif. “Kami sengaja turun langsung ke lingkungan warga supaya edukasi ini terasa dekat. Warga datang untuk senam atau bazar, lalu secara natural terjadi dialog tentang kebutuhan rumah tangga mereka,” kata Sekar. Menurutnya, suasana santai membuat warga lebih terbuka untuk bertanya dan berdiskusi. “Ketika tidak terasa seperti presentasi formal, komunikasi jadi lebih dua arah dan mudah diterima,” tambahnya.
Pendekatan tersebut juga mendapat dukungan dari Area Manager AZKO, Sigit Prabowo. Ia menilai kehadiran langsung di tengah masyarakat penting untuk memahami kebutuhan riil keluarga Indonesia serta memastikan teknologi yang diperkenalkan benar-benar relevan dengan penggunaan sehari-hari. “Interaksi langsung dengan warga memberi perspektif yang lebih utuh bagi kami. Dari situ, solusi yang ditawarkan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia,” ujarnya.
Melalui kegiatan di Sunter Agung ini, AZKO Metro Sunter menunjukkan bahwa edukasi teknologi rumah tangga dapat dilakukan secara inklusif dan membumi, dengan menggabungkan aktivitas sosial, kesehatan, dan teknologi dalam satu ruang komunitas. Selain memperluas pemahaman warga, kegiatan ini juga mendorong ketertarikan masyarakat untuk mengenal lebih jauh layanan AZKO Metro Sunter, termasuk dengan bertambahnya pendaftaran member baru.
“Sepanjang 2026 ini, kami ingin terus hadir di ruang-ruang komunitas seperti ini. Dari interaksi langsung dengan warga, kami bisa memahami kebutuhan mereka sekaligus membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan,” pungkas Sekar Tyas Nareswari.(red/ris)

