.

Warga Diminta Waspadai Potensi Gempa Bumi,Sebagian Besar Wilayah Jabar Masuk Daerah Sesar Aktif

Caption : beberapa hal pemicu terjadi bencana (foto bmkg)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Jawa Barat termasuk daerah merah rawan bencana  baik itu gempa bumi ,banjir,tanah longsor,puting beliung dll.Untuk itu warga diimbau agar lebih waspada terutama terhadap potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami, sebab wilayah ini dikepung sesar aktif.

"Hampir semua pantai selatan Jawa Barat mempunya potensi diterjang tsunami sangat tinggi, karena berhadapan langsung dengan subduksi," kata Hendro Nugroho ST MSi, selaku Kepala Balai Besar Wilayah II Bandung.

Adapun wilayah yang berhadapan langsung dengan subduksi yaitu mulai dari Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Selatan Cianjur, Pantai selatan Garut, Pantai selatan Tasikmalaya hingga Pangandaran.

Selain itu, kata Hendro, wilayah yang dilalui sesar aktif juga mempunyai tingkat kegempaan yang sangat tinggi, diantaranya:

1. Sesar Cimandiri

Wilayah yang dilalui Sesar Cimandiri ini meliputi Palabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang

2. Sesar Cipamingpis

Wilayah yang dilalui Sesar Cipamingpis adalah bagian timur wilayah Sukabumi dan wilayah barat Cianjur

3. Sesar Lembang

Daerah Cimahi, Lembang dan Kota Bandung adalah wilayah yang dilalui Sesar Lembang ini.

4. Sesar Garsela

Hanya satu wilayah yang dilalui oleh Sesar Garsela ini yaitu Kabupaten Garut dan sekitarnya.

5. Sesar Baribis

Untuk sesar aktif terakhir yaitu Sesar Baribis ini meliputi Majalengka, Kuningan, Subang Selatan, Purwakarta

Sebagai informasi, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), kondisi seismisitas atau kegempaan di Jawa Barat sejak tanggal 1-23 Januari 2021, terekam sebanyak 79 gempa yang terjadi.

Dari sebanyak 79 gempa tersebut, ada 4 gempa yang dirasakan guncangannya cukup kuat oleh warga sekitar yakni di Banten, Sukabumi, Garuts serta Tasikmalaya.

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya.

Hal ini dikarenakan salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal.

Sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi atau pun gempa bumi yang dapat datang sewaktu-waktu.**