Bewara Jabar

Metropolitan

Seni Budaya

Berita Terbaru ...

Pemdaprov Jabar Buka 1.943 Formasi CPNS

11/15/2019 05:46:00 PM
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengalokasikan 1.934 formasi dalam rekrutmen Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SCPNS) 2019.

Jumlah formasi tersebut terbagi atas 1.002 formasi tenaga teknis, 839 formasi tenaga pendidik, dan 93 formasi tenaga kesehatan.Pada requitmen ini formasi buat disabilitas sebanyak  2 persen dari keseluruhan formasi cpns dengan 48  di pemdaprov Jabar.Demikian di ungkapkan Tulus Arifin,  S.Ip., M. Si  Kabid Pengadaan & Mutasi BKD Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut mengemuka pada gelaran Jabar Punya Informasi (Japri) ke # 51 , di lobby Lokantara  Gedung Sate jalan Diponegoro no 22  Kota Bandung.Jumat  ( 15//11/2019).

Lebih lanjut dikatakannya,secara timeline nasional, pendaftaran dimulai dari tanggal 11 November 2019 sampai dengan 24 November 2019. Meski begitu, jadwal bisa berubah dan menyesuaikan dengan kebijakan panitia seleksi nasional (panselnas),
paparnya seraya mengatakan untuk pelaksanaan seleksi akan dilakukan pada bulan Febuari 2020.

Pada kegiatan Japri ini juga menghadirkan narasumber  Pepi Taufik (Kasubid Formasi & Pengadaan BKD Provinsi Jawa Barat)  serta  Budi Haryono, S. Kom., M. Eng (Kabid Informasi Kepegawaian Kanreg III BKN)
   
Kabid Informasi Kepegawaian Kanreg III BKN,Budi Haryono, S. Kom., M. Eng mengatakan sebelum mendaftar, calon pendaftar lebih baik menyiapkan dokumen pendaftaran, yakni Kartu Keluarga, KTP atau Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Ijazah, transkrip nilai, pas foto, dan dokumen lain sesuai instansi yang akan dilamar,
paparnya.

Hal yang paling penting, dia mengingatkan kepada calon pendaftar untuk tidak percaya dengan oknum yang menjanjikan lolos SCPNS 2019. Jika ada pertanyaan atau informasi yang belum diketahui lebih baik menanyakan langsung ke pihak panitia seleksi di Jabar,jelas Budi.

Sementara  itu Pepi Taufik Kasubid Formasi & Pengadaan BKD Provinsi Jawa Barat mengungkapkan,cari dan lamar jabatan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki, tetap yakin dengan kemampuan sendiri. Jangan mudah terbuai dengan janji manis oknum penipu. Jika ada pertanyaan langsung tanyakan kepada pihak panitia seleksi di Jawa Barat,” tuturnya.

Panitia seleksi di Jabar bisa dihubungi melalui bkd.jabarprov.go.id, instagram @bkd.jabar, atau via WhatsApp 082121671500.(Rie/Red)

Legislator Pertayakan Ketidak Hadiran Kepala OPD Pada Paripurna Jawaban Gubernur

11/15/2019 04:32:00 PM
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,-Rapat  Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dengan agenda Jawaban Gubernur Jabar terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jabar mengenai Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2020 di Kota Bandung, diwarnai hujan interupsi karena kepala OPD banyak yang absen dalam rapat paripurna tersebut.

Hujan interupsi dari sejumlah anggota DPRD Provinsi Jabar usai Gubernur M. Ridwan Kamil membacakan Jawaban Gubernur Jabar terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jabar mengenai Raperda tentang APBD TA 2020. Jumat (15/11/2019), 

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jabar Irfan Suryanagara melakukan,interupsi pimpinan, agenda rapat paripurna hari ini membahas soal APBD seperti anggaran di dinas-dinas. Akan tetapi, kami ingin bertanya ke mana ini para kepala OPD-nya. Kenapa banyak yang tidak hadir? Padahal 'kan ini membahas soal anggaran di dinas-dinas,tutur politis berlambang bintang merzy ini .

Di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Provinsi Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, kepala OPD yang hadir adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Ade Afriandi dan Kepala Dinas Perhubungan Jabar Hery Antasari.Kadis perikanan dan kelautan Jafar,Kepala dinas pendidikan diwakili sekdis Firman Adam

Hal senada di sampaikan anggota DPRD Fraksi PKB DPRD Jabar Hj. Yuningsih,kritik dan kekecewaan karena banyak kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak hadir dalam rapat paripurna ini.

Menurut politisi berlambang bintang sembilan ini,tampaknya di rapat paripurna ini Pak Gubernur dan kepala OPD tidak kompak. Mereka pada ke mana Pak Gubernur, kok, tidak hadir. Ini pernah disampaikan di rapat paripurna sebelumnya,paparnya seraya mengatakan ini 'kan agendanya pandangan umum dan ini kebutuhan kepala OPD karena mereka pengguna anggaran,

Diatambahkannya untuk itu legislator daerah pemilihan 12 meliputi  pemilihan Kabupaten Indramayu,Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.meminta Gubernur Jawa Barat untuk memperhatikan masalah tersebut karena rapat paripurna kali ini berkaitan dengan kepala OPD selaku pengguna anggaran,pungkas Yuningsih.(Rie/Red)


Andre Rosiade Desak Jokowi Atasi Kelangkaan BBM di Sumbar

11/15/2019 05:14:00 AM
JAKARTA,LENTERAJABAR.COM, - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade melayangkan surat aspirasi masyarakat terkait kelangkaan BBM di Sumatera Barat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat itu telah diterima pihak Istana Kepresidenan.

"Hari ini saya sebagai anggota DPR RI mengirimkan surat kepada bapak Presiden Jokowi. Untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat, bahwa sudah satu minggu ini terjadi kelangkaan BBM khususnya jenis solar di Sumatera Barat," kata Andre di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Andre mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar di Sumatera Barat ini telah menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat terganggu.

"Akibat kelangkaan ini terjadi antrian panjang di hampir seluruh SPBU yang mencapai 3km, dan menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu," papar politikus asal Sumatera Barat ini.

Andre mengatakan, kelangkaan BBM ini disebabkan oleh adanya pemotongan kuota sebesar 9% oleh Pertamina.

"Kami meminta agar kuota tersebut dapat dikembalikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Barat," ucap Andre.

Andre berharap, Presiden Jokowi cepat merespon aspirasi masyarakat dan segera mengambil langkah taktis untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM ini.

"Kasihan rakyat Pak, aktivitas ekonomi mereka terganggu karena harus antri untuk mendapatkan solar. Saya percaya Pak Jokowi secepatnya akan memerintahkan jajarannya untuk selesaikan kelangkaan BBM ini," kata Andre. (Rel/Red)