
Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra), Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol menyambut positif dan mendukung langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026 melalui Aksi Ekologi untuk memperkuat jati diri generasi muda.
MPLS merupakan kegiatan yang positif karena sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, disiplin, toleransi, dan rasa bangga terhadap jati diri bangsa.
Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat menilai melalui kegiatan ini para siswa diajarkan hal yang sederhana khususnya Generasi Z, dapat lebih peduli terhadap lingkungan dengan menjaga alam sekitar yang dilakukan secara konsisten di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan A Ula sapaan akrab legislator partai berlambang kepala burung garuda ini, Komisi V DPRD Jabar yang salah satunya membidangi pendidikan terus berupaya intens menanamkan pendidikan karakter kepada siswa.
Melalui gerakan ini, diharapkan semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak berhenti pada pelaksanaan MPLS, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan peserta didik sebagai wujud nyata karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,tutur wakil rakyat daerah pemilihan Jawa Barat 10 yang meliputi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang ini.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menegaskan, Aksi Ekologi saat MPLS,merupakan awal pembentukan karakter yang harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,ungkapnya ,Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyapu rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, membantu orang tua berdagang, bertani maupun menjaga kebersihan lingkungan merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Sekda menambahkan, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan soft skills yang dibangun melalui kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto mengatakan, Aksi Ekologi merupakan bagian dari praktik pedagogik dalam implementasi pendidikan karakter Pancawaluya yang diharapkan menjadi budaya di seluruh satuan pendidikan.
"Aksi Ekologi bukan kegiatan satu hari. Ini adalah praktik pembelajaran yang harus menjadi kebiasaan di sekolah. Dimulai dari menjaga kebersihan diri, kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendidikan karakter," ujarnya.
Ditambahkannya di tingkat provinsi, peserta melakukan berbagai aksi nyata, seperti operasi semut, membersihkan kawasan dan sungai, membersihkan serta merawat area makam para pahlawan, sekaligus mengikuti edukasi pelestarian lingkungan bersama River Clean Up Indonesia dan Komunitas Sapulidi Disdik Jabar,pungkasnya.(red/adpar)