Notification

×

Iklan

Iklan

Mamat Rachmat: Pelatihan Kerja Harus Link and Match dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Senin, 14 September 2026 | 21:57 WIB Last Updated 2026-09-14T14:57:33Z

Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat, saat memberikan arahan kepada peserta pelatihan tata boga, tata rias wajah, dan tata kecantikan rambut, Senin, 14 September 2026.


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-- Besarnya investasi yang masuk ke Jawa Barat perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar mampu mengisi peluang kerja yang tersedia. Karena itu, program pelatihan kerja dinilai perlu semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.


Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Mamat Rachmat, saat memberikan arahan kepada peserta pelatihan tata boga, tata rias wajah, dan tata kecantikan rambut, Senin, 14 September 2026.


Mamat mengatakan, pelatihan keterampilan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru. Terlebih, persoalan pengangguran masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama di Jawa Barat.


Menurutnya, besarnya investasi yang masuk ke Jawa Barat seharusnya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Karena itu, diperlukan kesesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi SDM yang disiapkan melalui berbagai program pelatihan.


“Investasi masuk ke Jawa Barat cukup besar, tetapi kenapa pengangguran tidak banyak berubah. Ini menjadi pertanyaan bersama. Apa kesiapan SDM kita? Karena itu harus di-link and match-kan dengan Dinas Tenaga Kerja, sehingga apa yang dibutuhkan dunia kerja bisa nyambung dengan kompetensi masyarakat,” ujar Mamat.


Ia menilai, pelatihan kerja tidak cukup hanya memberikan keterampilan dasar. Program tersebut juga perlu melihat kebutuhan nyata masyarakat serta peluang yang tersedia, sehingga peserta memiliki bekal yang relevan setelah menyelesaikan pelatihan.



Mamat mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang menyasar berbagai keterampilan, mulai dari tata boga hingga bidang kecantikan. Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi profesi maupun usaha mandiri apabila dijalankan dengan serius dan tekun.


Ia berharap para peserta tidak memandang pelatihan sebagai kegiatan sesaat. Sebaliknya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan masing-masing.


“Tidak ada proses yang instan. Tetapi dengan ketekunan dan keuletan, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini bisa menjadi peluang untuk berkembang. Jangan hanya digunakan untuk diri sendiri, tetapi kalau sudah berhasil, harapannya juga bisa membuka peluang bagi tenaga kerja lain,” katanya.


Mamat juga mendorong peserta untuk memiliki target dan cita-cita yang lebih besar. Ia mencontohkan peserta tata rias yang dapat memulai dari memberikan jasa kepada lingkungan terdekat, membangun kepercayaan, kemudian mengembangkan usaha secara bertahap hingga memiliki pasar yang lebih luas.


Menurutnya, pola pemberdayaan seperti itu dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lapangan kerja dari masyarakat sendiri. Ketika peserta mampu mengembangkan keterampilannya menjadi usaha, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi berpotensi menciptakan kesempatan ekonomi bagi orang lain.


Mamat berharap sinergi antara DPRD, Dinas Tenaga Kerja, instruktur, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar program pelatihan semakin tepat dengan kebutuhan lapangan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM serta kesempatan kerja di Jawa Barat.(AP/VC)


×
Berita Terbaru Update