
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Maula Akbar dan Bupati beserta Wakil Bupati Purwakarta saat Hari Jadi Purwakarta.(foto ist)
Dilanjutkan tradisi Mitembeyan yang berpusat di Masjid Agung Syekh Baing Yusuf, Purwakarta berlanjut dengan kegiatan Muru Indung Cai yang berlokasi di Taman Sri Baduga (Situ Buleu.selain itu juga dengan festival budaya nusantara dan rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Purwakarta.
Tekait hal tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol, memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Purwakarta yang menjadikan tema hari jadinya “Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa” merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya sebagai jati diri daerah, karena budaya merupakan warisan luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,tutur wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 10 meliputi Kabupaten urwakarta dan Kabupaten Karawang,
Lebih lanjut dikatakan A Ula saapan akrab Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat ini.Tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa melestarikan seni, bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri daerah ini sejak lama,tutur pria berkacamata kelahuran purwakarta ini.
Menurutnya bahwa kemajuan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya. Nilai-nilai luhur budaya menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter masyarakat, sekaligus benteng pertahanan identitas di tengah derasnya arus perubahan dan globalisasi.
Diharapkan, semangat tema hari jadi ini dapat memperkokoh persatuan, jiwa gotong royong, dan solidaritas sosial, sehingga Purwakarta dapat menjadi daerah yang maju, berdaya saing,dan sejahtera tanpa meninggalkan jati dirinya untukkemajuan Purwakarta secara berkelanjutan.(red/adpar)