![]() |
| Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, S.I.P, |
KOTA DEPOK.LENTERAJABAR.COM,– Pimpinan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Anggota melakukan kunjungan kerja (kunker) ke SMA Negeri 8 Kota Depok.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, S.I.P, mengungkapkan kunker ini guna meninjau kesiapan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi DPRD Jawa Barat terhadap sektor pendidikan agar program-program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Lebih lanjut dikatakan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat ini selain itu kunker ini juga dilakukan untuk menggali informasi terkait kesiapan pelaksanaan program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II.
Dalam kegiatan itu, Kang Joss sapaan akrab legislator partai berlambang kepala bufrung garuda ini menegaskan pentingnya memastikan sistem pendidikan berjalan optimal, transparan, dan mampu memberikan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat.
![]() |
| Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, S.I.P, (pojok kiri berdiri) berama kolega saat kunker ke SMA Negeri 8 Kota Depok. |
“Persiapan SPMB harus dilakukan secara matang agar proses penerimaan murid baru berjalan lancar, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, program Sekolah Maung diharapkan dapat mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutur wakil rakyat yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) salah satunya pendidikan ini..
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat,ujar Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XII meliputi Kota/ Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini.
Pihak SMAN 8 Depok menyampaikan sejumlah kesiapan teknis maupun sarana pendukung untuk menghadapi pelaksanaan SPMB 2026.
Selain itu, sekolah juga mulai melakukan penyesuaian program pembelajaran guna mendukung konsep Sekolah Maung yang berfokus pada pengembangan karakter, kompetensi, dan daya saing siswa..(Red/AdPar)

