
Caption : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara., S.P (foto iatimewa dok pribadi)
CANJUR.LENTERAJABAR.COM,- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara., S.P yang membidangi perekonomian meliputi: Perdagangan dan Perindustrian, Wilayah Kelautan Daerah, Konservasi Alam,Ketahanan Pangan, Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Logistik, Koperasi danUsaha Kecil,Pariwisata serta Perlindungan Konsumen.
Legislator partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini mengungkapkan Provinsi Jawa Barat diberkahi dengan alam yang luar biasa,tidak lepas dari hasil alam yang juga berkualitas. Salah satu hasil kebun Jawa Barat yang sudah mendunia adalah biji kopi.
Kopi saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan Jawa Barat, namun sayangnya pemasaran hasil produk kopi lokal ini masih menjadi kendala. Oleh karena itu mendorong agar pemerintah daerah dapat ikut membantu para pekebun di berikan bibit lokal berkualiatas jenis tanaman kopi arabika, nama varietas: AhernT GRT KN ,jelas Kang Dadan sapaan akrab alumni Unida Jurusan Budidaya Pertanian kepada lenterajabar.com melalui telepon selulernya,Ahad 10 Mei 2026.
Lebih lanjut dikatakan legislator dari pemiliahan Jabar 4 Kabupaten Cianjur ini, "Seperti halnya kepentingan makan minum itu diwajibkan bagi pemerintah dan seluruh jajaran instansi menggunakan produk lokal salah satunya kopi. Ini penting agar kepekaan kita terhadap produk lokal ini dicontohkan oleh pemerintah", ujarnya .
Pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat(Jabar) membuat sebuah kebijakan agar hasil kopi lokal seperti,Kopi Cianjur, Kopi Palasari,Kopi Cibeureum bisa dipasarkan minimal di seluruh Jawa Barat.
Wakil rakyat yang suka berkebun ini menyampaikan beberapa hal untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas hasil kopi Jawa Barat baik dari jumlah produksi,brandnya maupun dari jenis kulaitasnya,tutur Kang Dadan seraya menambakan berdasarkan data dari mitra kerja komisi II Dinas Perkebunan Pemprov Jabar saat ini 500 ha lahan perkebunan untuk diremajakan dengan menanam varietas kopi lokal unggul seperti jenis tanaman kopi arabika, nama varietas: AhernT GRT KN .
Lebih lanjut dikatakan legislator yang juga seorang ustadz/pendakwa ini,mendorong Pemprov Jabar untuk mengaktifkan kembali kegiatan seperti ekpo atau festival kopi Jabar,yang dulu sempat jadi event penting bagi para penikmat kopi maupun penghasil/pekebun kopi dengan tagline"Ngopi Saraosna" di pelataran halaman gedung sate.
![]() |
| Caption : H. RK Dadan Surya Negara., S.P saat berkebun |
Selain itu juga Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat ini memberikan masukan supaya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Perkebunan dan yang lain memberikan edukasi atau pelatihan kepada para pelaku pekebun sehingga mereka menjadi "Pekebun Unggul".Dengan adanya pencerahan diharapkan hasil produksi meningkatkan dan menghasilkan kuliatas yang baik.
Ditambahnya dengan di galakkannya penanaman kopi di dataran tinggi hal ini merupakan langkah positip sebagai upaya mengantisipasi terjadi tanah longsor di lereng dataran tinggi yang berfungsi sebagi hutan penutup,jelasnya.
Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat ini juga mendorong Pemprov Jabar untuk segera mengesahkan keberadaan "Dewan Kopi Daerah Jawa Barat" sebagai lembaga yang resmi mitra pemerintah,ujar Pengelola Yayasan Al Mukaromah.
Disisi lain ada kabar baiknya beberapa komoditas kopi Jawa Barat (Jabar) sudah terkenal di dunia seperti 'Java Preanger'.adalah komoditas unggulan ekspor, terutama jenis Arabika, yang terkenal secara global dengan karakteristik rasa khas dan berkualitas tinggi (khususnya specialty coffee). Daerah penghasil utamanya meliputi Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Sumedang, dan Bogor, dengan varietas populer seperti Kartika, Sigararutang
Kopi di Jawa Barat sendiri sudah menjadi komoditas ekspor terbesar ke Belanda pada zaman kolonial. Pihak VOC pun mengunggulkan kopi Arabika di Jawa Barat untuk diperdagangkan.Kesuksesan dari zaman kolonial tersebut terus dibawa hingga hari ini kopi asal Jawa Barat sudah diproduksi dan diekspor hingga mancanegara.
Pada zaman kolonial Belanda, tanam paksa kopi diterapkan pada masyarakat di Jawa Barat, termasuk di Cianjur, di mana saat itu, kopi jenis robusta berhasil membuat Cianjur terkenal hingga ke mancanegara sebagai penghasil kopi berkualitas.
Melimpahnya kopi berkualitas di Cianjur, membuat pembangunan jalur transportasi, mulai dari pengaspalan jalan hingga pembangunan jalur kereta dari Batavia hingga Cianjur dan terhubung hingga Bandung, pertama kali dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk membawa hasil kopi Cianjur yang berjaya hingga 1910.yang dapat memasok 3/4 kebutuhan kopi Eropa ketika itu.
Sebagian besar wilayah Cianjur, ditanami kopi jenis robusta dan arabica yang dikembangkan Belanda dari bibit yang dibawa dari luar negeri. Bahkan pada kejayaan kopinya, Cianjur tercatat sebagai satu-satunya wilayah di Indonesia. (Red/AdPar)
