
Caption : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara., S.P
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-- Kondisi perekonomian bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, salah satunya pengaruh ekonomi global, dengan adanya perang Iran vs USA dan israil.
Imbas dari konflik tersebut berimpikasi terhadap harga Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mengalami kenaikan.
Sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan harga signifikan pada Rabu (13/5/2026). Cabai merah besar mencatat kenaikan paling tajam, melonjak 72,47 persen atau Rp37.250 dibanding harga acuan sebelumnya, sehingga kini berada di level Rp88.650 per kilogram.
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), kenaikan juga terjadi pada bawang, beras, hingga daging. Bawang merah ukuran sedang naik ke Rp70.150/kg, sementara bawang putih ukuran sedang mencapai Rp54.650/kg.
Kenaikan harga ini hampir merata di seluruh provinsi dan pasar tradisional Indonesia, dengan cabai dan bawang menjadi penyumbang terbesar.
Berkaitan dengan hal tersebut Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara., S.P yang membidangi perekonomian meliputi: Perdagangan dan Perindustrian, Wilayah Kelautan Daerah, Konservasi Alam,Ketahanan Pangan, Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Logistik, Koperasi danUsaha Kecil,Pariwisata serta Perlindungan Konsumen.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat ini memberikan masukan berupa Solusi dalam jangka waktu dekat, yaitu dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) untuk mengadakan Operasi Pasar Murah.
Dan dari Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk mengendalikan harga bahan pokok dan menekan inflasi daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan ini menyediakan komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau untuk menjaga daya beli masyarakat, jelas Kang Dadan sapaan akrab pria berkacamata ini melalui telepon selulernya,Kamis 14 Mei 2026.
Lebih lanjut dikatakan Legislator partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini mengungkapkan solusi jangka panjang, yaitu mMengalihkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat kecil dengan bantuan kemandirian pangan, seperti contohnya program ASRI (Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari)
Menurut wakil rakyat dari pemiliahan Jabar 4 Kabupaten Cianjur ini, Program ASRI tersebut sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat dengan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah. Program ini bertujuan meningkatkan gizi keluarga, mengatasi stunting, dan meningkatkan pendapatan melalui budidaya tanaman pangan produktif, sayuran, buah, dan TOGA,tuturalumni Fakultas Budidaya Pertanian Unida Bogor ini,(Red/AdPar)