Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bandung Bakal Hadirkan Rumah Pompa Atasi Banjir Komplek Sukup Kelurahan Pasir Endah

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:59 WIB Last Updated 2026-01-28T02:59:43Z


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan monitoring kewilayahan untuk menindaklanjuti permasalahan banjir di Komplek Sukup, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, Selasa 27 Januari 2026. 


Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung titik-titik rawan banjir, khususnya di sekitar pertemuan aliran Sungai Cicalobak dan Cipanjalu. 

Dari hasil pantauan, banjir di kawasan tersebut disebabkan oleh tingginya debit air kiriman dari beberapa sungai, serta kondisi sungai yang dangkal dan belum tertata optimal.

Kepala Bidang Pengendalian Daya Rusak Air DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan, salah satu solusi yang tengah disiapkan adalah pemasangan hidro chamber atau rumah pompa berukuran sekitar 10 x 10 meter. 

Hidro chamber ini berfungsi sebagai tempat pompa air untuk mengalirkan limpasan dari Sungai Cicalobak ke Sungai Cipanjalu.

“Secara fungsi, hidro chamber ini adalah rumah pompa yang tidak memerlukan konstruksi besar seperti rumah pompa konvensional. Pompa akan ditempatkan di bagian bawah untuk memompa air dari saluran yang meluap agar tidak menggenangi kawasan permukiman,” jelas Dini.

Ia berharap, pemasangan hidro chamber dapat mengurangi genangan air di area Komplek Sukup, terutama saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras dan kiriman air dari wilayah hulu.

Dalam dialog bersama warga dan petugas lapangan terungkap, banjir di kawasan tersebut kerap terjadi akibat pertemuan arus dua sungai dengan debit besar, sementara kondisi sungai di bawah jembatan masih dangkal. 

Warga mengusulkan pendalaman dan pelurusan sungai serta pembangunan tanggul agar aliran air tidak saling berbenturan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung serius mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang. 

Namun demikian, ia mengakui sebagian penanganan membutuhkan koordinasi lintas kewenangan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Untuk beberapa usulan, seperti sodetan sungai dan pembangunan tanggul skala besar, itu membutuhkan rekomendasi teknis dan perizinan dari BBWS serta koordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat. Proses administrasinya memang tidak singkat,” ujar Farhan.

Meski demikian, Farhan menyebut Pemkot Bandung telah memiliki langkah konkret yang bisa diprioritaskan pada tahun 2026, seperti pengadaan pintu air dan optimalisasi pompa yang sudah ada. Ia berharap solusi teknis ini dapat segera direalisasikan setelah Lebaran.

“Targetnya, setelah Lebaran bisa mulai berjalan. Desain diperkirakan sekitar satu bulan, lalu dilanjutkan pelaksanaan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi risiko banjir yang selama ini terjadi hampir setiap tahun,” katanya.

Pemkot Bandung memastikan akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar penanganan banjir di Komplek Sukup dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar. (red/rob)
×
Berita Terbaru Update