.

Hadapi Resesi Dunia, Adi Supriadi : Dampaknya Untuk Indonesia Bukan Hanya Ekonomi Tapi Krisis Keamanan Nasional

Caption : Dosen Ekonomi Syariah STEBI Global Mulia, Adi Supriadi/istimewa

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Dosen Ekonomi Syariah STEBI Global Mulia, Adi Supriadi atau yang akrab disapa Coach Addie menyatakan bahwa krisis ekonomi dunia bukan hanya isu tetapi sudah terjadi diberbagai Negara, walaupun Inggris agak berbeda penyebabnya tetapi kondisi Inggris pun dilanda krisis ekonomi dengan tingginya biaya hidup di Negeri Sepakbola tersebut. 

Krisis Ekonomi Dunia dimulai dari Eropa dengan perang Rusia-Ukraina, Di Asia pun sudah mulai memanas hubungan antar Negara, Jepang dan Korea contohnya, Di Asia juga dominasi China dengan terus memberikan hutang ke Indonesia dan Negara lainnya ini pun bisa memicu ketegangan dan krisis jika tidak dikelola dengan benar. 

Jika Krisis Ekonomi Dunia terjadi, Di Negara berkembang termasuk Indonesia bukan hanya masalah ekonomi tetapi juga kemungkinan menyebabkan krsis hubungan horizontal di Masyarakat, tingkat ketersinggungan akibat perut lapar dan ketidakberdayaan, Gerakan Anti orang Kaya dan Pendatang bisa menjadi ancaman stabilitas Nasional. 

Perang Rusia-Ukraina sepertinya tidak akan berhenti walaupun sudah dilakukan pencitraan Jokowi untuk didamaikan lalu diejek Media Rusia dan Ukraina, Rusia saat ini setidaknya sudah menguasai beberapa kota dan berdasarkan referendum beberapa kota tersebut menyatakan siap bergabung dengan rusia dan tidak akan lagi mau bergabung dengan Ukraina, Jelas ini akan memancing Nasionalisme Bangsa Ukraina untuk terus berperang sampai titik darah penghabisan. 

" Rusia sudah menyatakan menguasai beberapa Kota dan Beberapa Kota tersebut sudah mengadakan referendum dan hasilnya menyatakakan gabung Rusia, Ukraina ditinggalkan, Hal ini akan memicu perang baru akan berakhir sampai titik darah penghabisan " ujar  Coach Addie lewat akun Twitter resminya @coachaddie_off, Rabu (12/10).

Selain Perang Rusia-Ukraina, Di Asia Korea dan Jepang, China vs Taiwan bisa terjadi perang susulan di Dunia. Indonesia bisa seperti Semut yang mati terinjak perang antara negara Gajah.

Krisis Politik akan berdampak pada Krisis Ekonomi, lalu sosial dan Stabilitas Nasional. Perut Lapar Rakyat tidak bisa ditenangkan ketika barnag-barang pokok tak lagi terbeli, penjarahan, kerusuhan, perang antar kampung, rebutan lahan bahan pokok dan lainnya akan terjadi. 

Menurut Adi, Himbauan apapun baik dari Jokowi atau mantan Presiden Indonesia yang sudah tidak ada lagi pengaruhnya di Dunia baik SBY dan Megawati tidak akan mengubah peta perang, karena mereka punya tujuan sendiri, yang harus berbenah adalah Indonesia, Antisipasi Negara sebelum krisis Ekonomi dan Krisis Keamanan Nasional terjadi itu apa aja, Karena mengendalikan keinginan negara lain itu seperti hanya untuk pencitraan saja, tidak ada pengaruh, Pengurus Negara ini harus masuk kedalam dirinya, melihat apa yang harus dilakukan jika kondisi Negara lain sudah kehilangan kendali semua.

“Bukan lobi-lobi agar Negara lain menghentikan ego mereka, tetapi Pengelola Negara Indonesia ini yang harus punya rencana Antisipasi jika Krisis Ekonomi, Pangan dan Keamanan Nasional terjadi, Rasanya percuma membujuk Putin atau Presiden Negara lain untuk tidak mengejar Ambisinya, yang Terpenting adalah Negara Indonesia punya rencana apa untuk menyelamatkan Bangsanya jika semua Negara lain berperang” Pungkas Analis dan Pengamat Masalah Sosial Politik dan Keagamaan ini mengakhiri Paparannya. ***