.

Aleg Edi Rusyandi Saat Reses Himbau Masyarakat untuk Selalu Patuhi Prokes

Caption :  Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) dari Fraksi Partai Golkar, Edi Rusyandi saat reses di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, -
Sebanyak 120 Anggota DPRD  Provinsi Jawa Barat saat ini sedang melaksanakan kegiatan reses ke-l tahun sidang (TS) 2021-2022  di daerah pemilihan masing-masing yang tersebar di 15 daerah pemilihan. Dalam reses itu, para anggota dewan kembali menyerap aspirasi sekaligus mensosialisasikan program pembangunan dan aktivitas DPRD .

Kegiatan tersebut juga dilakukan  Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) dari Fraksi Partai Golkar, Edi Rusyandi di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan reses ini merupakan kewajiban Anggota DPRD yang harus dilaksanakan meskipun dalam kondisi pandemi seperti ini.Selain menampung aspirasi, dia  juga mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan  (Prokes) dengan senantiasa menerapkan 5M yaitu Memakai Masker,Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi aktivitas.

Pada kegiatan jaring aspirasi tersebut wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar III Kabupaten Bandung Barat ini mengemuka persoalan insfrastruktur jalan menjadi hal utama yang disampaikan oleh warga.

Tampak hadir dalam kegiatan yang diadakan di Aula Kantor Desa Cipada ini, Kepala Desa Ujang Dahria, Ketua PK Golkar Kecamatan Cisarua, Ketua RW dan Ketua RT, serta warga Desa Cipada.

Aspirasi tentang infrastruktur jalan ini disampaikan oleh beberapa Ketua RW, yang mayoritas meminta adanya penyelesaian dan perbaikan infrastruktur jalan.

Menanggapi semua keluhan ini, Edi menyebut akan menampung semua aspirasi tersebut dan meminta warga bisa bersabar.

“Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 membuat sumber anggaran untuk kegiatan pembangunan infrastruktur itu terkena banyak penyesuaian”, ujar Edi.

Ditambahkannya, hal tersebut berpengaruh bukan hanya di Desa Cipada saja, tapi juga di banyak desa dan wilayah lain, karena sumber pendapatan Negara dan Daerah juga menurun termasuk ke masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depannya ketika anggarannya sudah normal kembali, apa yang menjadi harapan dari masyarakat bisa terwujud. Mohon bisa bersabar. Saya akan bantu menyampaikan ke pihak-pihak terkait,” pungkasnya.(Ferry Ardiansyah)