.

Komisi V DPRD Dukung Pembangunan Kampung Pencaksilat di Kiarapayung Jatinangor

Caption :  Ketua Komisi V Abdul Haris Bobihoe bersama Ketua IPSI Jawa Barat Phinera Wijaya,yang juga ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat saat meninjau lokasi Pembangunan Kampung Pencaksilat di Kiarapayung Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

JATINAGOR.LENTERAJABAR.COM
,-- Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan Peninjauan lapangan bakal Lokasi Pembangunan Kampung Pencaksilat di Kiarapayung Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Jumat 5 November 2021. 

Pada peninjaun tersebut dihadiri juga Ketua IPSI Jawa Barat Phinera Wijaya, Perwakilan Disparbud Provinsi Jawa Barat serta perwakilan Disparbud Kabupaten Sumedang.

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra) diantaranya kebudayaan,pemuda dan olahraga serta pendidikan berkaitan erat dengan rencana Pembangunan Kampung Pencaksilat tersebut,ungkap Ketua Komisi  Abdul Haris Bobihoe di sela-sela kunjungan.

“Intinya, kami dari DPRD Provinsi Jawa Barat siap merealisasikannya. Namun demikian, dipastikan dengan aturan dan mekanisme dengan prosedural dalam memutuskannya, terlebih menyangkut APBD,”terangnya . 

Sementara itu Ketua Ketua IPSI Jawa Barat Phinera Wijaya,yang juga ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat ini,mengapresiasi apa yang dilakukan komisi V dengan melakukan kunjungan kerja lapangan untuk melihat kondisi dan memastikan agar program tersebut dapat di laksanakan sesuai dengan rencana,tuturnya. 

“Alhamdulillah, ini momentum bagus terhadap pencaksilat. Selain kampung pencaksilat, juga masuknya pencaksilat sebagai mulok Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Semua terwujud di era kepemimpinan gubernur Ridwan Kamil dan kepengurusan IPSI sekarang. Tentu ini akan menjadi sejarah baru,” tutur kang Icak sapaan akrab Phinera Wijaya .

Dia pun berharap, dengan dibangunnya kampung pencaksilat Indonesia dapat menjadi katalisator pembangunan. Sehingga, secara otomatis dapat meningkatkan PAD dan perekonomian daerah.

“Kalau kampung pencaksilat jadi sektor wisata budaya. Di sana, ada touris mancanegara atau wisatawan. Ini diharapkan dapat menambah pendapatan daerah dan sumber devisa negara,” pungkas kang Icak.

Perlu diketahui sebelumnya Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sangat menyetujui rencana pembangunan kampung pencaksilat di daerah Kiarapayung, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang.Itupun setelah dilakukan survei lokasi dari Tim Surveyor dan hasil kajian yang matang serta obyektifitas.

Pemerintah provinsi bakal mewujudkan impian masyarakat Jawa Barat terkait Kampung Pencaksilat. Pasalnya, program yang telah digagas sempat tertunda karena pandemi Covid-19, dalam waktu dekat akan direalisasikan. Dan dibangun di daerah Kiarapayung,  Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Memang diakui tutur Emil, Sempat ada wacana pembangunan di daerah Jatiluhur Purwakarta, Cimaung Kabupaten Bandung, Maribaya Lembang bahkan di daerah Situ Bagendit Kabupaten Garut.

Namun demikian, menurut kang Emil. Daerah Jatinangor, Kiarapayung, kabupaten Sumedang dirasa paling tepat dan eksotik untuk kampung Pencaksilat.“Iya, disana view pemandangan bagus, selain kultur tanah baik, juga area masih luas. Kurang lebih 12 hektar,” kata kang Emil.

Emil menuturkan, bahwa kampung pencaksilat nantinya, juga akan dijadikan pariwisata dan destinasi budaya provinsi Jawa Barat. “Jadi, ada budaya angklung, wayang, wahana, padepokan, teather, GOR, mess altet, dll. Nanti semua bisa dikolaborasikan, tapi tetap saja pencaksilat sebagai ikonnya,”pungkas kang Emil ,(Rie/Red)