.

Sebanyak 1.743 SMA/SMK/SLB Jabar Siap KBM Tatap Muka

keterangan foto : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--
Sebanyak 1.743 dari 4.996 SMA/SMK/SLB se Jawa Barat (Jabar) siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada 11 Januari 2021, mendatang. Umumnya, wilayah yang terkendala sinyal internet.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi mengatakan angka tersebut di atas belum final.“Kesiapan sekolah tersebut, akan ditinjau kembali oleh Satgas COVID-19 di tingkat kota/kabupaten (Kokab) untuk diberikan rekomendasi,” katanya di ASula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar Jalan DR .Radjiman No.6 Kota Bandung .

Kalau dihitung persentasinya 1.743 dari 4.996 sekolah itu angkanya sekitar 34,89 persen. Rinciannya SMA ada 12,13 persen, untuk SMK ada 21,32 persen dan SLB 1,44 persen.

“Angka itu semua, baru sebatas sekolah yang mengajukan KBM tatap muka,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, alur pengajuan tatap muka dimulai dari sekolah yang menyatakan kesiapannya melalui sistem di Disdik Jabar.

Sekolah yang buat pernyataan kesiapan itu nantinya akan disampaikan kepada Satgas Kokab, setempat oleh cabang dinas pendidikan dan pengawas.

“Bila disetujui, bupati/walikota sebagai ketua Satgas COVID-19 setempat akan memberikan rekomendasi,” jelasnya.

Artinya apa, kalau ada KBM tatap muka, berarti sekoleh tersebut sudah siap dengan sarana dan prasarana yang diajukan.

Terkait rencana tatap muka ini pilihannya adalah tatap muka dilakukan secara bertahap dengan prinsip sukarela dan tidak wajib.Maksudnya dari sukarela dan tidak wajib ini, penerapannya secara parsial.

“Misal di satu kecamatan diperbolehkan tatap muka, tapi di kecamatan lainnya yang berada di kabupaten yang sama, tidak diizinkan tatap muka sesuai rekomendasi satgas,” jelasnya.

Secara umum, terang Dedi, ada 12 kokab yang sudah mengajukan KBM tatap muka. Mereka umumnya berada di wilayah kabupaten yang terkendala dengan sinyal internet.

“Di antaranya Kabupaten Purwakarta, Kuningan, Garut, Cirebon, Pangandaran, Ciamis, Banjar dan Subang,” terangnya.

Sementara 15 daerah lainnya akan melanjutkan pola belajar dari rumah (BDR) seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

“Sampai kapan BDR akan dievaluasi? BDR seperti contoh, Kota Bandung, Depok mereka akan melakukan evaluasi kembali perkembangan COVID-19 pada awal Februari 2021, bagaimana kondisi yang akan dilakukan? Baik BDR atau tatap muka akan tetap mengacu kepada simulasi yang kami lakukan, kurikulum penyederhanaan 2013, dikolaborasi di era darurat dan muatan lokal menerapkan kurikulum Masagi yang menerapkan muatan tematik,” terangnya.

Dedi mengatakan, regulasi dan prasyarat sekolah tatap muka ini juga bisa diterapkan untuk SD dan SMP.

“Kira-kira gambarannya seperti itu, pesan saya kepada seluruh siswa dan satuan pendidikan bahwa tanggal 11 Januari, seluruhnya melakukan aktivitas pembelajaran baik BDR atau secara tatap muka,” pungkasnya.(Rie/Bcp)