Notification

×

Iklan

Iklan

Wakil Ketua DPRD Jabar Acep Jamaludin Dorong Optimalisasi TPS 3R dan Bank Sampah di Kota Cimahi

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12 WIB Last Updated 2026-01-20T05:14:43Z

Caption :Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Acep Jamaludin 


KOTA CIMAHI.LENTERAJABAR.COM
, –  Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Acep Jamaludin menegaskan persoalan sampah di Kota Cimahi tidak bisa lagi bergantung pada pola angkut-buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyusul kondisi TPPAS Regional Sarimukti yang telah mengalami kelebihan kapasitas.


Dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kota Cimahi, ia menilai pembatasan kuota pembuangan ke Sarimukti berdampak langsung pada daerah-daerah penyangga, termasuk Kota Cimahi.


“Selama ini pola yang dipakai masih angkut ke TPA. Padahal Sarimukti sudah overload dan tidak lagi mampu menampung seluruh sampah dari daerah sekitar,” keluh Acep Jamaludin, Kota Cimahi, Senin (19/1/2026).


Acep Jamaludin menjelaskan, Kota Cimahi memproduksi sekitar 250 ton sampah per hari, sementara kuota pembuangan ke Sarimukti hanya sekitar 119 ton per hari. Kondisi ini menuntut adanya perubahan strategi pengelolaan sampah secara mendasar.


Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan TPA Regional Legok Nangka, namun fasilitas tersebut baru diperkirakan beroperasi pada 2028. Artinya, masih terdapat masa transisi yang harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.


“Karena itu, solusi tidak bisa hanya di hilir. Harus ada kolaborasi dari hulu sampai hilir. Masyarakat memilah sampah, pemerintah kota menyiapkan TPS 3R, dan pemerintah provinsi menangani residu akhirnya,” tegasnya.


Ia mendorong optimalisasi TPS 3R (Tempat Sampah Reduce, Reuse, Recyle) dan penguatan bank sampah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sampah yang telah dipilah dapat diolah menjadi kompos, RDF, paving block, maupun produk bernilai ekonomis lainnya.


Acep Jamaludin juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cimahi yang menargetkan pengelolaan hingga 90 persen sampah di tingkat wilayah sebelum dibuang ke TPA, termasuk melalui dukungan program Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP).


“Jika pengelolaan di tingkat wilayah berjalan konsisten, beban Sarimukti bisa ditekan. Inilah yang harus kita kawal agar pengelolaan sampah di Cimahi berkelanjutan,” pungkasnya.*

×
Berita Terbaru Update