.

Gedung DPRD Jabar di Pasang Alat Termal Gate Screening System ,Tidak Mau Kecolongan Covid-19

  

keterangan gambar: : Tampak salah seorang tamu hendak melewati  alat  TGSS yang sudah terpasang di pintu utama kantor DPRD Jawa Barat

BANDUNG.LENTERAJABAR,COM,-- Langka tepat dalam upaya mencegah penyebarn Covid-19  di lingkungan kerja DPRD Provinsi Jabar memasang gerbang termal gate –pengukur suhu tubuh, yang mau tidak mau harus dilewati setiap orang  yang ingin masuk ke Lobby Gedung DPRD Jabar, tidak kecuali anggota dewan.

Gerbang bernama Termal Gate Screening System (TGSS), tersebut telah berfungsi, sebab saat itu suhu tubuh, normal. Sekitar 36 derajat celcius. Selain itu, juga tidak ada petugas yang menjaganya.

Petugas informasi, dari keamanan dalam (Kamdal) Gedung DPRD Jabar yang mejanya tidak jauh dari TGSS membenarkan bahwa alat itu tersebut,mulai hari ini Jumat 27 November 2020, telah berfungsi, ungkapnya kepada media.

“Sepintas, kami memang seperti tidak mengawasinya tetapi setiap orang masuk pasti kami perhatikan. Terlebih kan mesin tersebut bersuara. Jadi kita tahu, bila ada pengunjung yang suhu tubuhnya 37 derajat celsius, pasti kita hentikan,” kata petugas kamdal tersebut.

Keduanya menjelaskan, tadi ada beberapa orang yang suhu tubuhnya 37 derajat celsius, orang tersebut selanjutnya diminta untuk istirahat dahulu. Setelah itu, baru diminta masuk.Maksudnya, agar suhu tubuhnya normal dahulu. Baru setelah itu diukur suhu tubuhnya.

Menurutnya setelah istirahat, ternyata suhu tubuh para tamu tersebut normal. Jadi mereka bisa masuk gedung. Kalau habis panas-panasan lewat pintu itu, pasti suhu tubuhnya 37 derajat celcius,” jelasnya.

Sementara itu saat di hubungi media melalui telepon selular terkait pemasangan Termal Gate Screening System (TGSS), Kabag Umum dan Administrasi Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Jabar Dr. H Doddy Sukmayana membantah kalau dikatakan, TGSS dipasang di Gedung DPRD Jabar terkait dengan meninggalnya Nur Supriyanto, anggota dewan yang juga Ketua Komisi IV dari Fraksi PKS.

Menurut Doddy,enggak sih pak.Itu kan diusulkan saat terakhir kita bahas dengan komisi 1, kan sebelumnya kita pake yang manual itu, kan katanya tidak efektif. Waktu itu kan, pas pak Ketua lewat kita test. Itu ngaco pak,” Jelas Doddy.

Ditambahkannya sampai akhirnya ada perintah, pemasangan TGSS yang lebih modern di Gedung DPRD Jabar.“Agar kita, bisa lebih prepare. Terutama pada saat sidang paripurna, tamu-tamu dewan. Pake termal gate gitu,” katanya.

Lebih lanjut Doddy mengatakan, TGSS baru berfungsi pada Jumat 27 November 2020, ini mengingat ketuk palu, anggaran perubahan telat.

“Mulai difungsikan mulai hari ini ya, karena perubahannya telat pak. Perubahannya baru Oktober beres, November baru bisa proses e catalog,” pungkasnya.(Rie/Red)