Notification

×

Iklan

Iklan

Diskar PB Kota Bandung Tambah Kesiap Siagaan Selama Ramadan Hingga Lebaran

Selasa, 22 Mei 2018 | 14:01 WIB Last Updated 2018-05-22T07:01:02Z
BANDUNG, LENTERAJABAR.COM-Kota ternasuk daerah rawan bencana kebakaran sebagai bentuk antisipasi kebakaran di Kota Bandung, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) menambah kesiap siagaannya di bulan Ramadan hingga lebaran iedul fitri nanti.

Demikian hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdy Ligaswara ,pihaknya pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif untuk mencegah kebakaran,ungkapnya kepada wartawan di Bandung Senin (21/5)
Menurut Ferdy kesiap siagaan, tidak hanya kuantitasnya, sarprasnya (sarana prasarana), termasuk kita melakukan kerja sama, melakukan edukasi jika masyrakat bukan hanya sebagai objek, tapi juga kita rangkul sebagai subjek atau pelaku,

Khusus di Kota Bandung, Ferdy menyebut ada 8 kecamatan yang memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi. adapun delapan kecamatan tersebut adalah iaracondong, Regol, Andir, Astana Anyar, Coblong, Bandung Kidul, Bandung Wetan, dan Sumur Bandung.

Ferdy menjelaskan, kebakaran selalu bermula dari api kecil. Oleh karenanya, masyarakat diajak untuk segera memadamkan api agar tidak membesar dengan membuat satgas atau relawan kebakaran.

"Api itu awalnya dari kecil, nah sejak api kecil, bagaimana api itu tidak membesar, karenanya kita melakukan kerja sama yang dilakuakan secara masif dan kontinyu membentuk satuan damkar, membentuk relawan, membentuk kelurahan-kelurahan siaga," jelasnya.

Adapun relawan atau satuan damkar kewilayah yang sudah diedukasi oleh Diskar PB Kota Bandung, sudah mencapai 27 ribu orang. Para relawan tersebut terdiri dari Linmas kewilayahan, security perumahan, dan juga komunitas hingga para ibu rumah tangga."Bentuk kegiatan yang kita lakukan tidak hanya sosialiasasi, tapi juga simulasi. Dari sekian banyak itu ada satuan kar satuan kar terlatih," jelasnya.

Ditambahkan meski pihaknya selalu bekerja cepat dan kerja keras, namun manuver kendaraan Diskar PB kerap terhalang oleh kepadatan arus lalu lintas dan lainnya. Oleh karenanya, dengan adanya satuan damkar kewilayahan tersebut bisa menanggulangi kebakaran dan bencana lainnya sebelum Diskar PB datang.

"Secara karakteristik ,geografis, kota Bandung ini banyak sekali hunian padat penduduk dn tidak bisa dimasuki manuver kita, unit kita, ada gang-gang , jalan yang kecil. Tentu ini memerlukan alat dan SDM yang dari awal sudah siap dan sigap," urainya.

Dengan adanya anggaran di kewilayahan masing-masing, baik di tingkat kelurahan atau kecamatan, Ferdy berharap jika mereka menyediakan fasilitas pemadam kebakaran, minimal apar (alat pemadam api ringan).(Red)
×
Berita Terbaru Update