INDRAMAYU.LENTERAJABAR.COM,- Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat memperkuat layanan pembangunan keluarga di Kabupaten Indramayu melalui edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), pemberian bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting (KRS), serta pemeriksaan kesehatan lanjut usia (Lansia). Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Kamis, (17/09/2026).
Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji ke Kabupaten Indramayu. Pada kesempatan itu, lebih dari 1.000 Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Indramayu mengikuti Temu Kader TPK di Gedung Dakwah Kecamatan Karangampel.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan dua layanan tersebut memiliki posisi penting dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di Jawa Barat.
“Layanan 1000 HPK dan pelayanan lansia merupakan dua layanan penting dalam prioritas Program Bangga Kencana yang diusung Kemendukbangga/BKKBN,” kata Dadi.
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum tersebut untuk menghadirkan layanan langsung bagi keluarga dan kelompok lanjut usia. Layanan pertama berupa edukasi 1000 HPK yang diberikan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Indramayu.
Edukasi tersebut menyasar keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan ibu menyusui. Selain edukasi, sebanyak 200 keluarga berisiko stunting di Kecamatan Karangampel menerima bantuan nutrisi berupa beras, telur, tempe, dan sayuran.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, terutama bagi kelompok yang berada pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain menyasar keluarga pada fase 1000 HPK, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi kelompok lansia.
Sebanyak 30 lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan gula darah. Pelayanan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Karangampel, Kelompok Kegiatan (Poktan) Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kampung KB serta Penyuluh KB setempat.
Yang menarik, hasil pemeriksaan kesehatan lansia tersebut langsung diinput ke dalam Aplikasi SIDAYA (Lansia Berdaya). Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan pemanfaatan data dalam pelayanan lansia.
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat juga memberikan bimbingan teknis kepada kader mengenai penginputan data ke dalam aplikasi SIDAYA. Dengan demikian, kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pelayanan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mendukung pendataan lansia secara real-time.
Menurut Dadi, penguatan layanan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pendampingan tidak hanya dibutuhkan oleh keluarga yang berada pada fase 1000 HPK, tetapi juga oleh kelompok lansia.
“Melalui edukasi, dukungan nutrisi, pemeriksaan kesehatan, dan penguatan data melalui SIDAYA, kami ingin memastikan layanan pembangunan keluarga semakin dekat dengan masyarakat dan dapat dilakukan secara lebih terarah,” pungkasnya. (red/***)
