
Caption : Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra Mayjen (Purn) Dr.H.Taufik Hidayat, SH, MH,(foto ist)
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi mengatasi bencana kebakaran lahan dan hutan serta kekeringan di Jabar.
Terkait hal tersebut Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra yang membidangi pemerintahan,Mayjen (Purn) Dr.H.Taufik Hidayat, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kolaborasi ke dua istitusi.
Lebih lanjut dikatakan Kang Taufik sapaan akrab legislator partai berlambang kepala burung garuda ini,situasi lingkungan di Jawa Barat saat ini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan menuntut kesiapsiagaan total dari semua pihak,
Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung ini, siaga darurat menyusul masifnya ancaman kebakaran hutan dan lahan serta cuaca pancaroba ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Jawa Barat.
Berdasarkan data penanggulangan bencana hingga September 2026, tercatat sebanyak 264 kejadian karhutla telah meluas dengan total lahan terbakar mencapai 416,08 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota, 137 kecamatan, serta 252 desa/kelurahan, dengan dominasi di Sumedang, Ciamis, Bandung, Subang, dan Majalengka, serta diperparah oleh insiden di TNGC Kuningan seluas 40 hektare dan krisis kekeringan yang meluas ke 205 kecamatan dengan sebanyak 215.424 kepala keluarga yang terdampak. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi bencana kekeringan yaitu dengan menyalurkan 17,69 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak.
Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan atensi dan ketegasan langsung dalam penanganan karhutla, dan hal itu harus kita terjemahkan secara nyata di tingkat daerah,ujar Kang Taufik menyoroti langkah cepat penanganan nasional di Kalimantan.
Ditambahkannya Selain membutuhkan tambahan personel, peralatan pemadaman yang memadai, serta dukungan logistik yang berkelanjutan dari lintas sektor, efektivitas penanggulangan bencana ini sangat bergantung pada kedisiplinan dan kepedulian masyarakat di lapangan,pungkas peraih gelar doktor bidang hukum .(red/akp)