Notification

×

Iklan

Iklan

Legislator Susanto Triyogo Narasumber LC MAI Ajak Peserta Aktif Berorganisasi Wujudkan Mimpi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:36 WIB Last Updated 2026-07-01T10:36:21Z

Caption : Anggota DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro menjadi narasumber Leadership Camp (LC) MAI Angkatan XIV Tahun 2025 bertajuk "Rise to Infinity", di Pusdikdif, Kota Bandung, Rabu, 24 Juni 2026. Cipta/Humpro DPRD Kota Bandung.


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Anggota DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro S.ST., M.T., menjadi narasumber pada kegiatan Leadership Camp (LC) MAI Angkatan XIV Tahun 2025 bertajuk "Rise to Infinity" yang diikuti sebanyak 162 peserta, di Pusdikdif, Kota Bandung, Rabu, 24 Juni 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Susanto mengajak para peserta untuk tidak hanya memiliki mimpi besar, tetapi juga menyusun langkah dan target yang jelas dalam meraih cita-cita.


Menurut dia, setiap orang perlu menentukan tujuan hidup secara terukur. Mimpi menjadi presiden, pebisnis, akademisi, maupun pekerja sosial harus disertai dengan peta jalan yang jelas mengenai kapan target tersebut ingin dicapai.


"Kalau ingin menjadi profesional, kapan target tertingginya dicapai. Kalau menjadi akademisi, capaian tertingginya bisa menjadi rektor. Kalau menjadi politisi, capaian tertingginya adalah presiden. Jadi bukan sekadar bermimpi, tetapi harus memiliki jalur dan manifestasi yang jelas," ujarnya. 


Susanto juga berbagi pengalamannya yang memiliki latar belakang pendidikan teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB), namun akhirnya berkiprah di dunia politik hingga menjadi anggota DPRD Kota Bandung.


Ia menegaskan bahwa bidang pekerjaan seseorang tidak selalu harus sama dengan jurusan yang dipelajari di bangku kuliah. Pendidikan pada dasarnya membentuk kemampuan berpikir analitis yang dapat diterapkan di berbagai bidang.


"Siapa yang tahu masa depan? Jangan berpikir bahwa jurusan yang kita ambil harus selalu sama dengan pekerjaan yang dijalani nanti. Pendidikan membentuk kemampuan analisis, sedangkan pengalaman, komunikasi, dan humanisme menjadi bekal penting yang tidak bisa digantikan," katanya.


Oleh karena itu, ia mendorong para peserta untuk memperbanyak pengalaman, membangun kemampuan komunikasi, serta aktif berorganisasi. Dengan demikian, mereka akan memahami berbagai konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.


Susanto mengakui bahwa kebingungan dalam menentukan masa depan merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap orang. Ia pun menceritakan pengalamannya ketika sempat berencana melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, seiring perjalanan hidup dan pertimbangan keluarga, ia melakukan penyesuaian terhadap rencana tersebut.


"Apa yang kita cita-citakan mungkin tidak semuanya terwujud, tetapi semuanya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup kita," ujarnya.


Melalui Leadership Camp MAI Angkatan XIV tersebut, Susanto berharap para peserta mampu mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang memiliki visi, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan di masa depan.* 

×
Berita Terbaru Update