Notification

×

Iklan

Iklan

Tina Wiryawati Anggota DPRD Jabar Kecam Keras Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan

Rabu, 24 Juni 2026 | 15:59 WIB Last Updated 2026-06-26T23:02:00Z

Caption : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Hj.Tina Wiryawati, S.H., M.M.,(foto istimewa)


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., mengutuk keras dan mendorong hukuman berat bagi pelaku serta keadilan bagi korban dugaan penyekapan, penganiayaan tragis selama 3 tahun yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR. 


Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XIII meliputi Kabupaten Kuningan,Pangandaran,Ciamis dan Kota Banjar ini, menegaskan bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak memiliki ruang untuk dibenarkan.


Ketua Kesira (Kesehatan Indonesia Raya) Jawa Barat Bunda Tina mengungkapkan sangat prihatin dan mengecam setiap tindakan penganiayaan yang terjadi di Jawa Barat, terlebih apabila dilakukan oleh tersangka yang seharusnya memberikan teladan dan rasa aman kepada perempuan


Menurut srikandi partai berlambang kepala burung garuda ini, perlindungan terhadap kaum perempuan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.


Lebih lanjut dikatakan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Barat ini,  meminta pihak kepolisian untuk bergerak cepat dan menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.


"Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Kami mendorong aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku," lanjutnya.


Selain mendesak proses hukum yang adil, Bunda Tina sapaan akrab ketua Tina Wiryawati Center (TWC) suatu Organisasi sosial kemasyarakatan yang Ia bina untuk mengadvokasi masyarakat luas, menyalurkan bantuan sosial, serta menyediakan fasilitas mobil ambulans (TWC Peduli) juga mengingatkan pentingnya aspek psikologis dan fisik korban pasca-kejadian.(red/adpar)




×
Berita Terbaru Update