
Caption : Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jabar, Mayjen ( Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH, MH
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-- Musim kemarau kini telah tiba. Ancaman kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang Tahun 2026 yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis (4/6/2026).
Merujuk pada informasi yang dihimpun dari BMKG, puncak kemarau panjang ini akan terjadi sampai Agustus 2026 mendatang.Situasi itu, harus diwaspadai terutama menyangkut potensi bencana kekeringan.
Antisipasi dari seluruh daerah itu harus disiapkan. Bagi Pemprov Jabar antisipasi tersebut sudah nampak. Hal yang menonjol koordinasi lintas instansi itu sudah dilakukan .
" Koordinasi itu sudah dilakukan dengan TNI , langkah itu tentunya harus diapresiasi" ungkap Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jabar, Mayjen ( Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH, MH, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.
Taufik, dalam keterangannya mengatakan kunci keberhasilan penyelenggaraan pembangunan, salah satunya kolaborasi lintas instansi.
Pola penyelenggaraan pembangunan tersebut, tentunya sejalan dengan kultur Bangsa Indonesia yaitu semangat gotong royong,kata legislator partai berlambang kepala burung garuda ini.
Harapan bagi pihak legislatif, melalui koordinasi dan kolaborasi salah satunya dengan TNI , diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan bencana,tutur anggota Fraksi Gerindra .DPRD Provinsi Jabar ini,
Ditambahkan wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung ini, melalui koordinasi dan sinkronisasi antar pemerintah, juga diharapkan dapat mempercepat bantuan kepada masyarakat atas kesulitan yang ditimbulkan akibat kekeringan salahsatunya kesulitan mendapatkan air bersih" ujar Taufik.(red.adpar)