JAKARTA.LENTERAJABAR.COM, – Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas, program yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK) sebagai upaya memperkuat kompetensi siswa SMK Pemasaran agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan program,
KOMISI mengambil langkah strategis dengan memperluas kolaborasi bersama dunia
industri. Untuk pengembangan Batch 2, KOMISI secara proaktif mengajak
dua perusahaan berskala multinasional, PT Deli Group Indonesia dan PT
Tatalogam Lestari, untuk berpartisipasi dalam memperkuat proses
pembelajaran berbasis industri.
ISI, yaitu Dedy Budiman selaku Founder
KOMISI, Indra Hadiwidjaja selaku Ketua Umum KOMISI, dan Ahmad Madani
selaku Sekretaris Jenderal KOMISI. Turut hadir Pebrizayanti dari Asosiasi
Guru Marketing Indonesia (AGMARI) sebagai mitra dalam pengembangan
kompetensi guru dan siswa bidang pemasaran.
Memperkuat Ekosistem Pendidikan Vokasi
Selama satu tahun pelaksanaan Gerakan 1000
Siswa SMK Sales Naik Kelas, berbagai kegiatan pembinaan telah memberikan
pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik dunia kerja. Melalui
keterlibatan praktisi dan dunia industri, siswa tidak hanya mempelajari teknik
penjualan, tetapi juga memahami komunikasi bisnis, pelayanan pelanggan,
negosiasi, presentasi produk, serta etika profesi sales.
Founder KOMISI, Dedy Budiman,
mengatakan bahwa penguatan pendidikan vokasi memerlukan keterlibatan aktif
seluruh pemangku kepentingan.
"KOMISI percaya bahwa mencetak
tenaga sales yang profesional harus dimulai sejak bangku sekolah. Organisasi
profesi memiliki tanggung jawab untuk menjembatani kebutuhan industri dengan
proses pembelajaran di SMK. Karena itu, kami mendukung penuh Gerakan 1000 Siswa
SMK Sales Naik Kelas dan terus memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar
manfaatnya semakin besar."
Menurut Dedy, kolaborasi yang berkelanjutan
akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal standar profesional yang
berlaku di dunia kerja sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki
industri.
Batch 2 Diperkuat dengan Kehadiran
Industri
Sebagai bagian dari pengembangan program, KOMISI melakukan kunjungan ke PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari guna membangun sinergi dalam penyusunan materi pembelajaran, penguatan kompetensi pemasaran, serta pengenalan budaya kerja industri kepada siswa.
Ketua Umum KOMISI, Indra Hadiwidjaja,
menilai bahwa konsep link and match harus diwujudkan melalui aksi nyata.
"Sekolah tidak bisa berjalan
sendiri, begitu pula industri. Ketika dunia usaha membuka ruang kolaborasi,
siswa memperoleh pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna. Kami berharap
semakin banyak perusahaan yang ikut mengambil bagian dalam membangun talenta
vokasi Indonesia."
Ia menambahkan bahwa organisasi profesi
memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebutuhan industri dengan
dunia pendidikan sehingga kolaborasi yang terbangun tidak bersifat seremonial,
melainkan berkelanjutan.
Menyiapkan Sales yang Siap Menghadapi
Perubahan
Sekretaris Jenderal KOMISI, Ahmad Madani,
menjelaskan bahwa Batch 2 akan lebih menitikberatkan pada pembelajaran berbasis
pengalaman (experiential learning) agar siswa memahami secara langsung
bagaimana dunia sales berkembang di berbagai sektor industri.
"Profesi sales saat ini membutuhkan
lebih dari sekadar kemampuan menjual. Dunia industri membutuhkan talenta yang
mampu memahami pelanggan, menguasai komunikasi, berpikir adaptif, memanfaatkan
teknologi, serta membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Melalui
kolaborasi dengan PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari, kami ingin
menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan industri
masa kini."
Menurut Ahmad Madani, keterlibatan
perusahaan sejak proses pembelajaran merupakan investasi jangka panjang dalam
membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Kolaborasi untuk Masa Depan Talenta
Sales Indonesia
KOMISI meyakini bahwa peningkatan kualitas
lulusan SMK hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah,
sekolah, organisasi profesi, asosiasi guru, dan dunia industri.
Melalui dukungan terhadap Gerakan 1000
Siswa SMK Sales Naik Kelas serta kemitraan bersama PT Deli Group Indonesia dan
PT Tatalogam Lestari, KOMISI berharap semakin banyak siswa memperoleh
kesempatan belajar langsung dari para praktisi dan perusahaan yang menjadi
bagian dari ekosistem bisnis nasional maupun global.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model
sinergi yang mampu melahirkan generasi sales muda Indonesia yang kompeten,
berkarakter, adaptif, dan siap memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi
nasional.(reed/***)

