Lebih lanjut dikatakan KDM hal tersebut terjadi seiring dengan waktu, dengan diberlakukan zonasi, tingkat kualifikasi sekolah terus mengalami penurunan tajam,"katanya seusai paripurna di gedung DPRD Provinsi Jabar,Senin (11/5/1026).
"Sebagai bahan kajian, kemarin Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan pada saya, di Jawa Barat sekolah yang punya kualifikasi sebagai sekolah unggul itu tinggal SMA 3. Yang lainnya sudah didominasi swasta," katanya.
Tekait hal tersebut Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) salah satunya bidang pendidikan,Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol mengungkapkan, Komisi V DPRD Jabar pada prinsipnya mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Ditambahkannya Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat berkomitmen program Sekolah Maung (Manusia Unggul) harus menjadi momentum transformasi sekolah-sekolah di Jawa Barat menjadi institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.
Sekolah Maung akan diprioritaskan kepada siswa-siswi berprestasi, baik akademik maupun non akademik.
Prestasi itu ada dua loh, prestasi akademik dan non-akademik. Artinya dia olahragawan, seniman, ya bisa belajar di sekolah Maung.
Jadi para siswa yang belajar di sekolah maung bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,,jelas Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat 10 meliputi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang ini.
"Program Sekolah Maung adalah ikhtiar Jawa Barat untuk mendorong sekolah berkualitas sesuai amanat Perda No. 5 Tahun 2017 mengenai pemastian pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan merata. Harapan kita, program ini menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kompetensinya. Ultimate goal-nya adalah melahirkan sekolah dan siswa-siswi yang benar-benar berkualitas," pungkas Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat ini.(Red/AdPar)
