![]() |
| Caption : Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Drs. K.H. Tetep Abdulatip, M.Ag.(fito ist) |
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-- Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Drs. K.H. Tetep Abdulatip, M.Ag., menyampaikan keberatan dan menyayangkan pemberitaan media Suara Jabar terkait penyelenggaraan Milangkala Tatar Sunda yang memuat pernyataan “Legislator PKS: Cacat Sejarah dan Hambur-hamburkan Anggaran”.
“Kami tegaskan bahwa tidak ada satu pun anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat yang menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam berita tersebut. Narasi itu telah membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat seolah-olah menjadi sikap resmi Fraksi PKS,” ujar Tetep Abdulatip.
Ia menilai pemberitaan tersebut menunjukkan kurangnya kecermatan dan profesionalitas dalam proses jurnalistik.
“Kami menyayangkan pihak Suara Jabar yang kurang cermat dan cenderung tidak kompeten dalam menyusun pemberitaan, terutama dalam melakukan verifikasi serta menghadirkan informasi secara utuh dan berimbang. Media seharusnya menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang objektif, akurat, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.
Atas pemberitaan tersebut, Fraksi PKS DPRD Jawa Barat meminta Suara Jabar untuk segera melakukan klarifikasi.
“Kami meminta pihak Suara Jabar untuk menarik berita tersebut serta melakukan ralat dan klarifikasi secara resmi kepada publik, agar tidak terus menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi yang keliru terhadap Fraksi PKS DPRD Jawa Barat,” tegasnya.
Meski demikian, Fraksi PKS tetap menegaskan sikap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan publik, termasuk terkait pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda.
“Fraksi PKS tetap memberikan catatan dan masukan agar pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda dilaksanakan berdasarkan kajian-kajian bersama yang matang, melibatkan berbagai unsur masyarakat, serta mempertimbangkan aspek sejarah, budaya, manfaat publik, dan penggunaan anggaran secara tepat dan bertanggung jawab,” tutup Tetep Abdulatip.(red/***)
