KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, – Hari Raya idul Adha 1447 H/ 2026 menjadi momentum mewujudkan empati sosial sekaligus menjalankan perintah agama, sebagaimana dilakukan Nabi Ibrahim AS.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terutama Keluarga Beresiko Stunting (KRS), Kemendukbangga/BKKBN Jawa-Barat melakukan penyembelihan empat hewan qurban, terdiri dari dua 2 ekor sapi dan dua ekor domba.
“Alhamdulillah, hewan qurban ini merupakan hasil patungan ASN dan Penyuluh KB di Jabar, dimana kali ini meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni dua ekor sapi dan dua ekor domba. Daging qurban didistribusikan untuk 400 keluarga beresiko stunting di Kota Bandung dan Cimahi,” ungkap Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi kepada rekan IPKB, disela pembagian daging qurban di gudang Alkon BKKBN Jl.Margacinta Kota Bandung, Kamis 28 Mei 2026.
Lebih lanjut dikatakan Dadi penyaluran daging kurban tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan protein hewani bagi keluarga sasaran.
“Kalau kurban biasanya sifatnya individu, tapi untuk kegiatan BKKBN ini ritualnya kurban, substansinya sedekah. Teman-teman penyuluh KB dan ASN bersedekah untuk membantu keluarga risiko stunting,” tutur Dadi.
Menurut Dadi, pemberian daging kurban dipilih karena protein hewani memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan dan penanganan stunting. “Biasanya kami memberikan bantuan telur, sekarang lebih konkret dalam bentuk daging. Karena masih banyak keluarga risiko stunting yang belum mendapatkan daging kurban,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Dadi menuturkan, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar tengah mempersiapkan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi.
Dia menyebutkan, prevalensi stunting di Jabar saat ini berada di kisaran angka 12,9 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat turun hingga di bawah 10 persen.
“Kita optimistis stunting di Jawa Barat bisa turun signifikan. Sekarang intervensinya lebih terukur karena sudah berbasis by name by address,” katanya.
Dadi menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar lokus stunting di Jawa Barat mulai menunjukkan dampak positif, khususnya di wilayah Bandung Raya.
Berdasarkan data yang dirilis Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar, penerima manfaat program MBG 3B di Jabar saat ini mencapai sekitar 1,4 juta orang.
“Penurunan stunting di Bandung Raya lumayan, sekitar 10 persen. Mudah-mudahan hasil survei nanti juga menunjukkan penurunan signifikan,” pungkas Dadi. (red/***)
