
Caption : Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jabar,Mayjen (Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH MH
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat,Mayjen (Purn) Dr. Taufik Hidayat, SH MH,memberikan dukungan dan apresiasi atas langkah yang dilakukan gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melakukan penertiban aset sempadan jalan provinsi.
Menurut Kang Taufik sapaan akrab legislator partai berlambang kepala burung garuda ini,Sempadan jalan adalah batas lahan yang tidak boleh didirikan bangunan, pagar, atau struktur permanen lainnya.
Area ini umumnya ditetapkan pemerintah terkait sebagai ruang pengaman dan cadangan lahan untuk pengembangan jalan di masa depan,jelas legislator yang membidangi pemerintahan ini salah satu garapannya soal kekayaan daerah.
Lebih lanjut dikatakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar II Kabupaten Bandung ini bahwa aset pemerintah harus diberi penanda DMJ (Daerah Milik Jalan) yang permanen menggunakan beton agar tidak hilang.
Sesebulmya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan gebrakan turun ke jalan membenahi kawasan kumuh.Aksi ini dilakukan Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Kecamatan Kalijati,Kabupaten Subang.Kamis (12/2/2026)
Langkah yang diambil KDM sapaan akrab orang nomor satu di pemprov Jabar dengan melakukan penertiban sempadan jalan provinsi dan menginstruksikan petugas PU untuk memasang patok Daerah Milik Jalan (DMJ) permanen dari beton.Tindakan itu dilakukan untuk penatan ulang aset-aset Pemprov Jabar dalam pengelolaan aset milik negara.
Sudah seharusnya Pemprov Jabar menata kembali aset-aset punya Provinsi dan ditinjau dari semua aspek termasuk legalitas kepemilikan,ujarnya.
Selain penertiban sempadan jalan provinsi, Dedi Mulyadi juga melakukan penataan warung kumuh di kawasan Kalijati, Kabupaten Subang tersebut.
Gubernur Jawa Barat itu merencanakan penataan ulang seluruh warung yang berdiri di atas tanah desa agar lebih rapi dan seragam.
Nantinya, bentuk bangunan akan disamakan dan kawasan tersebut akan dipaving blok agar kendaraan bisa parkir dengan rapi, sehingga diharapkan usaha warga (seperti dagang lotek atau sate) menjadi lebih ramai,pungkasnya.(Red/AdPar)