
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jabar Dede Kusdinar ,saat melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pengawasan (Foto Istimewa)
KABUPATEN GARUT.LENTERAJABAR.COM,-- Anggota DPRD Jabar Dede Kusdinar ,pada kegiatan penyelenggaraan pengawasan pemerintahan yang berlangsung beberapa waktu lalu, mengungkapkan dirinya mendapat aspirasi dari mayarakat.
Lebih lanjut dikatakan Anggota komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi perekonomian ini menyampaikan aspirasi dari UMKM yang saat ini mengelola usaha pengolahan ikan,tutur legislator partai berlambang kepala burung garuda ini kepada media baru-baru ini..
"Dilatarbelakangi oleh aspirasi tersebut demi keberlangsungan usaha pengolahan ikan dibutuhkan pembinaan dari pemerintah"
Menurut Kang Dede sapaan akrab wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar XIV Kabupaten Garut,, mengatakan sangatlah realistis jika pemerintah memberikan perhatian atas potensi perikanan, Wujud perhatian itu tentunya diimplementasikan mulai hulu hingga hilir.
Potensi perikanan di Jabar, ungkap Dede merujuk pada data yang dihimpun dari DKP Jabar , jumlah rata-rata produksi ikan mencapai 1,2 juta ton per tahun.
Pemerintah Provinsi Jabar atas potensi itu telah melakukan langkah penangan.
"Untuk di hulu telah dilakukan berbagai program antara lain budidaya perikanan serta di hilir direalisasikan program pengolahan dan pemasaran hasil perikanan" jelas Dede.
Kang Dede, menjelaskan beberapa daerah sudah menindaklanjuti program itu. Salah satunya di Kabupaten Garut.Di daerah ini dalam rangka menggerakkan potensi perikanan, saat ini sudah terbangun sentra kuliner produk pengolahan perikanan yang sudah beroperasi di Kecamatan Tarogong.
Usaha yang sudah beroperasi tersebut, tentunya harus menjadi percontohan untuk daerah lainnya untuk mampu membuat usaha pengolahan perikanan lainnya mengingat potensi perikanan di Kabupaten Garut sangat besar,
Potensi perikanan di Kabupaten Garut, sambung Dede merujuk pada data yang dihimpun dari DKP Jabar sangat besar. Produksi ikan dari Kabupaten Garut memberikan kontribusi pada produksi ikan Jabar sebesar 42, 04 persen.
Berkenaan dengan sentra kuliner ikan yang saat ini sudah ada itu baru pada ikan hasil budidaya darat dari jenis ikan nila dan ikan mas.
"Melihat kondisi faktual itu demi keberlanjutan pembangunan di sektor perikanan upaya membina pelaku usaha perikanan perlu terus dilanjutkan " kata Dede.
Dede, dalam keterangannya mengatakan demi melanjutkan usaha di sektor perikanan, hal yang harus direalisasikan oleh pemerintah adalah mengintegrasikan budidaya ikan, penjualan ikan segar dan pengolahan ikan.
"Untuk memperluas upaya itu perlu juga diberikan fasilitasi sertifikat halal dan bantuan permodalan" pungkas Kang Dede yang juga Sekretaris Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat.(Red/AdPar)