
Caption : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar,H. Raden Tedi,S.T.,M.M.(foto Istimewa)
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Kondisi saat ini di daerah Jawa Barat mengalami kerusakan lingkungan dengan berbarbagai yang faktor menjadi penyebabnya,salah satunya aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah di Jabar.
Menyikapi hal tersebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengumpulkan pemilik tambang dan kontraktor pembangunan untuk saling bertemu sebagai upaya menata kegiatan tambang di Jawa Barat. Pertemuan tersebut bakal dilaksanakan pekan depan.
Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya kegiatan pertambangan yang ilegal dan tambang resmi yang melanggar aturan.
"Di izin tambangnya misalnya 10 hektare tapi nambangnya 40 hektare. Di izinnya di lokasi A tapi lokasi nambangnya dilokasi C. Kan ini problem," kata KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi, di Hotel Holiday inn Kota Bandung, Kamis (22/1/2026).
Terkait hal tersebut saat diminta tanggapannya Wakil Ketua (Waket) Komisi IV DPRD Provinsi Jabar,H. Raden Tedi,S.T.,M.M.. Mengungkapkan agenda pertemuan pemilik tambang dan kontraktor pembangunan yang digagas gubernur KDM tersebut pihaknya mendukung serta memberikan apresiasinya.
Menurutnya saat ini telah ada langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang, yaitu melalui upaya memaksimalkan pengawasan pada Ijin Usaha Pertambangan (IUP).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar XII meliputi Sumedang,Majelangka dan Subang (SMS) ini mengakui bahwa tambang adalah kebutuhan pokok untuk pembangunan, tetapi masih ada yang bermasalah.
Lebih lanjut dikatakannya pihak legislatif Jabar berharap, atas keberadaan IUP yang sudah terbit akan terus melakukan monitoring dengan sasaran kegiatan usaha pertambangan yang sudah mengantongi IUP tetap menjaga lingkungan sehingga tak ada kerusakan dan tetap memperhatikan aturan tata ruang.
Ditambahkan Kang Tedi untuk itu perlu ada kolaborasi pengawasan lintas pemerintah daerah dengan melibatkan unit kerja ESDM, perhubungan serta Dinas BMTR harus bisa menyelesaikan Persoalan ini secara tuntas,pungkas alumni strata dua Universias Padjadjaran yang memiliki pendukung yang tergabung di tim Baraya Raden Tedi (BARET).(Red/AdPar)