.

Aleg Minta Audit Menyeluruh Kebakaran Gedung DPRD Jabar

Caption : Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat mengalami kebakaran di ruang penyimpanan arsip yang berada di lantai 3 gedung sebelah timur DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Minggu (21/8/2022).

Menyikapi hal tersebut Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Haru Suandharu menilai pihak kepolisian harus melakukan pemeriksaan terkait penyebab kebakaran karena gedung ini termasuk objek vital pemerintah.

"Harus jadi bahan evaluasi khususnya untuk sekwan dan perlu diteliti diperiksa oleh pihak kepolisian karena ini termasuk objek vital pemerintah, terkait penyebabnya apa," kata Haru.

Ia juga mendukung pengembangan sistem pemberitaan berbasis elektronik agar tidak ada lagi data hilang akibat kebencanaan.

Selama ini di DPRD Jabar kata Haru juga selalu ada backup atau cadangan dokumen elektronik. Sehingga ia berharap masih ada backup arsip yang kebakaran.

"Sejauh ini selalu ada backup baik bentuk PDF atau lainnya, mudah-mudahan saya kira nanti Komisi 1 akan undang Sekwan dan jajaran kita beri kesempatan untuk berkomunikasi dengan kepolisian untuk mengetahui apa saja yang hilang lalu dicek ada backup nya atau tidak," pungkasnya.

Sementara itu Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengamankan kamera pengawas atau cctv di lokasi kebakaran yang terjadi di ruang arsip gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

PLT Wakapolrestabes Bandung, AKBP Asep Pujiyono menyebut, rekaman kamera cctv yang disit akan dijadikan bahan penyelidikan oleh pihaknya.

“Mudah-mudahan ada gambaran di situ, dan sementara memang dari pemadam kebakaran, dan dari kepolisian, dari Polsek, Polrestabes, dan Inafis, juga sudah melaksanakan olah TKP juga di sini,” ucapnya di lokasi kejadian.

Adele menjelaskan, kebakaran yang terjadi di lantai 3 gedung DPRD Jabar ini awalnya diketahui oleh salah seorang petugas keamanan yang melihat adanya kepulan asap yang keluar.

Namun guna mengetahui kejadian yang sebenarnya seperti apa, Asep mengaku bahwa pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Nanti mungkin kita akan berkoordinasi juga dari anggota reserse dengan pegawai dari DPRD, arsip apa saja (yang terbakar) karena kita belum tahu arsip apa,” katanya

Selain mengamankan sejumlah cctv nanti anggota kepolisian untuk dijadikan bahan penyelidikan, ia juga akan melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang berada diokasi pada saat kejadian.

Kasi Pemadaman Damkar Kota Bandung, Asep Rahmat mengatakan.pihaknya mengerahkan 11 unit pemadam,untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di ruang penyimpanan arsip yang berada di lantai 3 gedung sebelah timur DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Minggu (21/8/2022).

Lebih lanjut dikatakan Asep Rahmat mengatakan bahwa pihaknya terpaksa harus melakukan pemecahan kaca di lokasi yang menjadi titik api.

“Karena kondisinya di sekat oleh bahan-bahan yang mudah terbakar jadi cukup merepotkan nggota kita dari diskar pb kota Bandung. Tapi kita sudah berhasil untuk sedikit udara kita pecahkan kaca,” jelasnya kepada media di lokasi kejadian.(Rie/Red)