.

Plt Yana : Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Oksigen di Kota Bandung Aman

Caption : Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meninjau ketersediaan oksigen di PT. Aneka Gas Industri, Senin 7 Februari 2022.

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan oksigen di Kota Bandung masih aman. Hal ini berkaitan dengan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian omnicorn.

Hal tersebut disampaikan Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meninjau ketersediaan oksigen di PT. Aneka Gas Industri, Senin 7 Februari 2022.

“Kalau kita lihat cukup banyak. Dan Alhamdulillah beberapa rumah sakit sudah punya tanki sehingga punya stok untuk beberapa hari,” ucapnya.

Meski ketersediaan oksigen di PT. Aneka Gas saat ini masih 80 persen, Yana berharap, stok tersebut tidak sampai terpakai.

Tidak hanya ketersediaan oksigen saja, Yana juga menyebut Pemkot Bandung juga secara berkala akan memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan tempat isolasi mandiri. Hal ini merupakan upaya antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Elly Wasliah menyampaikan hal yang sama. 

Ia mengungkapkan, saat ini 13 rumah sakit di Kota Bandung sudah memiliki tangki untuk menyimpan cadangan oksigen.

“Secara teknis jadi tidak mengandalkan tabung. Jadi dari tangki ini ada saluran langsung ke kamar-kamar pasien,” terangnya.

Berkaca pada lonjakan kasus Covid-19 pertengahan 2021 silam, baik dari Pemkot Bandung maupun PT. Aneka Gas memastikan kondisi saat ini masih jauh lebih stabil. 

Selain angka permintaan yang jauh lebih rendah, saat ini 17 rumah sakit di Kota Bandung sudah bermitra dengan PT. Aneka Gas Industri.

Ke-17 rumah sakit mitra tersebut antara lain: RS Hasan Sadikin, RS Borromeus, RS Melinda, RS Advent, RS Muhammadiyah, RS Mata Cicendo, RS. Kebon Jati, RS Halmahera, dan RS Al Islam.

Secara teknis, Wakil Direktur PT. Aneka Gas Industri, Sonni Prabowo memastikan ketersediaan oksigen di tempat ini aman.

Angka 9 ton ketersediaan oksigen bila dikonversi setara dengan 8.000 meter kubik atau 1.300 tabung. Jumlah ini menurut Sonni masih masuk ke dalam kategori aman alias tersedia.

“Pada Juli - Agustus 2021 itu sedang puncaknya. Saat ini masih jauh, jadi masih aman (ketersediaan oksigen),” ucapnya. (Rie/Red)