.

Perbaikan Jalan Provinsi di Kalimulya Kota Depok Gunakan Dana PEN

Caption :  Hj.Sumiyati,S.Pd.I,M.IPol Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat dana pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan pemerintah pusat lewat Pinjaman PEN Daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.

Terkait hal tersebut Hj.Sumiyati,S.Pd.I,M.IPol Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi keuangan mendukung sikap pemerintah provinsi (Pemprov) dalam pemanfaatan bantuan dana pinjaman,dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya untuk pemulihan ekonomi di Jawa Barat karena pandemi,tutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar VIII meliputi Kota Bekasi dan Depok ini saat di hubung via telpon selulernya Senin 11 Oktober 2021. 

Bunda Sum sapaan akrab Sumiyati mengatakan, dalam situasi bencana pandemi Covid-19 saat ini ada baiknya pemerintah memfokuskan bantuan tersebut untuk hal yang menyentuh kemasyarakat . Salah satunya adalah dengan menerapkan pola padat karya,karena melalui cara ini para tenaga kerja yang di PHK karena imbas Covid-19 dapat terbantu bekerja dan mereka mendapatkan nafkah buat biaya hidup kesehariannya.

Menurut Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Barat ini,soal PEN fokusnya ke infrastruktur hal itu tidak jadi masalah asal peruntuknya tepat sasaran dapat dimanfaatkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 ,seperti program padat karya, mengingat dana tersebut nantinya harus di kembalikan ke pemerintah pusat  karena dana pinjaman bukan hibah,jelas srikandi partai berlambang banteng moncong putih ini.

Ditambahkan wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar VIII meliputi Kota Bekasi dan Depok ini seperti pembangunan infrastruktur jalan Kalimulya yang didanai dari dana PEN,merupakan salah satu jalur penghubung antara Kota Depok dengan Kabupaten Bogor dan juga sebagai akses ke Ibu Kota Jakarta.

Proyek perbaikan jalan Provinsi di wilayah Kalimulya Kota Depok yang didanai dari dana PEN ini memiliki kontrak 5 bulan dari Bulan Juli hingga selesai pada Bulan Desember 2021.

Berdasarkan pantauan DPRD Jabar beberapa waktu lalu ke lokasi diharapkan pada tanggal 16 Desember ini target yang sudah ditentukan bisa tercapai,karena jalan ini vital bagi daerah penyangga ibu kota yang memiliki mobilitas yang tinggi.

Perlu diketahui Pada tahun 2020 lalu, Gubernur Jabar telah menandatangani legalitas atau keabsahan perjanjian, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad secara menandatangani perjanjian pinjaman di hadapan notaris di kantor PT SMI, Jl. Jenderal Sudirman No. 86, Jakarta. Dengan MoU itu Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) telah meminjam/ ngutang ke PT. Sarana Multi  Infrastruktur (SMI) salah satu BUMN sebesar Rp.1,8 Triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dan pada tahun 2021, Gubernur Jabar kembali ngutung dana PEN  dari PT. SMI sebesar Rp.2,2 triliun, sehingga total semuanya mencapai Rp.4 triliun. (Rie/Adikarya)