.

Menkeu Minta Jajaran DJBC tetap Responsif dan Waspada,Kawal Pemulihan Ekonomi

Caption : Menkeu Sri Mulyani saat memberikan arahan pada Apel Khusus Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75, secara virtual Sabtu (2/10/2021).( foto : dok kemenkeu )

JAKARTA.LENTERAJABAR.COM
,-- Kebijakan dan langkah-langkah di bidang keuangan negara diimbangi dengan langkah-langkah pengendalian penyebaran Covid-19 di tingkat masyarakat dengan pemberlakuan pembatasan mobilitas telah memunculkan pemulihan dalam kegiatan ekonomi. Hal ini bisa terlihat pada pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini 2021 yang tumbuh positif di 7,07 persen. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bahwa ini baru merupakan awalan dari sebuah proses pemulihan yang akan masih sangat panjang.

“Kita harus masih berjuang dan harus menjaga pemulihan tersebut. Ini adalah sebuah pekerjaan besar, sebuah panggilan negara, dan merupakan tugas yang utama. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bahwa tugas belum selesai, dan tidak saatnya kita berpuas diri,” jelas Menkeu saat memberikan arahan pada Apel Khusus Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75, secara virtual pada Sabtu (2/10/2021).

Meskipun demikian, Menkeu menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran DJBC sebagai salah satu institusi yang terus bekerja secara responsif melakukan tugas pelayanan yang juga menjaga perekonomian serta melindungi masyarakat dan industri walaupun dalam suasana pandemi Covid-19. DJBC sebagai salah satu institusi yang berada di garda depan terus memperlancar arus barang terutama barang-barang di bidang kesehatan yang dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Impor alat kesehatan, vaksin, oksigen, dan obat-obatan, semuanya difasilitasi dengan cermat dan baik oleh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Saya menyampaikan terima kasih, Anda semuanya bekerja siang dan malam secara sungguh-sungguh untuk meyakinkan bahwa proses tersebut berjalan secara baik dan tepat, serta mematuhi peraturan perundang-undangan,” terang Menkeu.

Menkeu juga menghargai langkah-langkah seluruh jajaran DJBC yang terus ikut mendukung proses pemulihan ekonomi dengan mendorong ekspor kembali dari seluruh komoditas yang ada di Indonesia bertepatan dengan momentum pemulihan ekonomi global. Menkeu menekankan hal ini membutuhkan kecermatan para jajaran dalam memberikan pelayanan. Momentum pemulihan ekonomi secara dunia sedang terjadi saat ini, akan mempengaruhi peningkatan permintaan terhadap barang-barang yang diproduksi Indonesia.

“Kita melihat pertumbuhan ekspor yang bahkan mencapai di atas 50 persen, dan neraca perdagangan kita yang mengalami surplus terbesar dalam sejarah ini menggambarkan bahwa gerak dari ekspor dan impor akan meningkat secara sungguh luar biasa. Disini peranan DJBC sebagai institusi di garis depan akan sangat menentukan reputasi maupun kelancaran dari arus barang namun tetap patuh terhadap peraturan perundang-undangan,” tegas Menkeu.

Maka dari itu, Menkeu meminta semua kantor pelayanan DJBC yang ada di seluruh wilayah Indonesia memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sama. Dengan demikian, maka diharapkan akan menimbulkan pelayanan yang handal dan prima dengan tetap menjaga kepentingan bangsa. Menurut Menkeu, hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk terus mengembangkan organisasi yang semakin baik

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih, bahwa di bidang cukai, DJBC terus melakukan langkah-langkah untuk pengamanan terhadap penerimaan maupun di dalam menangani berbagai isu mengenai cukai ilegal. Kegiatan yang dilakukan ini tidak pernah kendur meskipun kita menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu, saya sangat menghargai upaya dan kepemimpinan anda semua. Itu adalah suatu sumbangan yang sungguh berarti bagi Republik Indonesia,”pungkas Menkeu.(Red/Ril)