.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Sampaikan Kabar Baik "BOR Turun Lagi "


Caption : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyapa masyarakat menunggua antrian vaksinasi

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan target vaksinasi per hari di Jabar kini sudah ditingkatkan menjadi 500.000 orang per hari. Ini meningkat tajam dari target sebelumnya yaitu 150.000, bahkan tiga bulan lalu hanya 50.000 orang.

Menurut Kang Emil,sapaan akrab Ridwan Kamil, peningkatan target harian vaksinasi ini mengingat jumlah penduduk Jabar paling besar se-Indonesia mendekati 50 juta jiwa. Jika kecepatan vaksinasi tidak ditingkatkan maka target kekebalan kelompok 37 juta jiwa pada Desember 2021 akan sulit dicapai.

"Jabar vaksinasi per harinya sudah melompat. Tiga bulan lalu per hari hanya 50 ribu sekarang 150 ribu. Tapi karena penduduk kita 50 juta jiwa dan yang harus disuntiknya 37 juta jiwa maka tantangan Jabar harus menyuntikkan 500 ribu orang perhari," jelas Ridwan Kamil usai meninjau vaksinasi massal di Gedung Bale Rame Soreang dan SMAN 3 Bandung, Sabtu (7/6/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan kabar baik bahwa per hari ini tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah turun lagi di angka 45 persen. 

Angka BOR ini sudah di bawah batas aman yang ditentukan WHO yakni 60 persen. "Berita baiknya BOR Jabar sudah turun lagi sekarang 45 persen sudah di bawah batas aman WHO 60 persen," sebutnya.

Selain itu, ketersediaan oksigen di Jabar juga sudah terkendali terlihat dari cadangan yang kini cukup melimpah. Menurut Kang Emil, dua hal itu karena kebijakan PPKM berhasil menurunkan tingkat epidemiologi.

"PPKM bisa dikatakan berhasil menurunkan tingkat epidemologi," ucapnya.

Selain menggenjot vaksinasi, pihaknya juga bertahap akan memulihkan ekonomi warga. Kang Emil mengaku sudah melobi Pemerintah Pusat agar melonggarkan kegiatan ekonomi warga. 

"Senin, Pak Presiden akan mengumumkan. Kemungkinan ada kelonggaran-kelonggaran dan saya sudah sampaikan mohon restoran kafe dibuka mau 10 persen 20 persen 50 persen sudah kami perjuangkan dengan melobi pemerintah pusat sehingga ekonomi bisa jalan lebih baik lagi,"pungkas Kang Emil.(Rie/Red)