.

Kadisdik Jabar Dedi Ungkapkan 3 Hal Atasi Keterlamabatan Gaji Guru Honor

Caption : Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat ,Dedi Supandi

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat ,Dedi Supandi mengatakan permasalahan klasik yang acap dialami guru honor adalah, gajinya sering telat, untuk itu tiga solusi pun disusun agar permasalahan klasik tersebut bisa cepat tuntas.

"Pencairan honor tidak bisa dilakukan bila laporan pertanggungjawaban penggunaan BOPD (bantuan operasional pendidikan daerah) bulan sebelumnya, belum disampaikan pihak sekolah," katanya di Bandung, Kamis (15/7/2021).

Untuk itu, jelas Dedi, solusi pertamanya adalah pihak sekolah diberi kewenangan mengajukan honor serta melaporkan pertanggungjawaban penggunaan honor langsung ke sistem informasi pemerintah daerah (SIPD).

"Sistem SIPD harus sampai ke sekolah. Ini sistem baru. Sampai saat ini sistemnya baru sampai di level Kantor Cabang Dinas Pendidikan," terangnya.

Solusi kedua, jelas Dedi kembali, Disdik akan membedakan belanja barang dan honor. Dengan demikian, apabila penyampaian laporan pertanggungjawaban belanja barang oleh sekolah telat, tidak akan mempengaruhi pencairan honor bagi honorer.

Selain itu, solusi ketiga adalah, pengajuan honor ke SIPD akan dilakukan sebelum tanggal 1 setiap bulan. Dengan demikian, pencairan honor tidak akan terlalu lambat.

Menanggapi solusi dari Disdik Jabar, Ketua Umum (Ketum) Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat mendukung solusi tersebut.

Dia menilai, memang seharusnya belanja barang dan honor guru dipisah agar tidak saling mempengaruhi.

"Kami dukung solusi untuk penyaluran terpisah antara pembelian barang dan jasa serta pembayaran honor bagi guru agar ke depan honor tidak terhambat harus tunggu laporan dari setiap sekolah," pungkasnya. (Rie/Red)