Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendukbangga/ BKKBN Gelar Rakorda Bangga Kencana Jabar Percepat Penurunan Stunting

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:52 WIB Last Updated 2026-02-26T10:18:40Z

Caption : Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat yang memberikan sambutan pembukaan Rakorda  Program Bangga Kencana Tahun 2026 di  kantor BKKBN Jl.Surapati No.122.Kota Bandung Kamis 26 Februari 2026


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM, – Angka stunting di Jawa Barat masih berada di level 15,9 persen berdasarkan SSGI 2024. Menghadapi tantangan tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) 2026 sebagai langkah konsolidasi besar mempercepat penurunan stunting sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk di tengah bonus demografi.


Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting di wilayah tersebut di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Jl. Surapati No. 122, Kota Bandung,Kamis 26 Februari 2026


Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi mengungkapkan,Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna menjaga keseimbangan kuantitas dan kualitas penduduk di tengah bonus demografi yang tengah dihadapi Jawa Barat.


Dari sisi kuantitas, pengendalian pertumbuhan penduduk tetap menjadi perhatian melalui penguatan pengendalian Total Fertility Rate (TFR) dan peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR). Kedua indikator tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga pertumbuhan penduduk tetap seimbang sekaligus memastikan akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana yang efektif. 


Sementara itu, dari sisi kualitas penduduk, tantangan besar masih dihadapi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Barat tercatat sebesar 15,9 persen. Angka tertinggi berada di Kabupaten Bandung Barat sebesar 30,8 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Cianjur sebesar 7,2 persen.

Caption : Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi saat memberikan paket makanan tambahan untuk balita kepada seorang ibu  


Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pembangunan keluarga yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui Rakorda ini, BKKBN Jawa Barat menegaskan komitmennya menjalankan mandat strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam transformasi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan.


Sejumlah program prioritas terus diperkuat, di antaranya Tamasya, Genting, GATI, dan SIDAYA yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, dukungan pemenuhan gizi melalui intervensi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD juga menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis keluarga.


Rakorda ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat yang memberikan sambutan pembukaan, serta sejumlah narasumber dari kementerian dan pemerintah daerah. serta pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah provinsi, instansi vertikal, hingga kepala OPD KB dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.


Melalui forum ini diharapkan lahir rekomendasi strategis serta rencana tindak lanjut terintegrasi antara pusat dan daerah. Selain itu, Rakorda juga menjadi ajang berbagi praktik baik dan inovasi daerah dalam pelaksanaan pembangunan keluarga dan konvergensi lintas sektor.


Penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus mewujudkan Jawa Barat yang lebih istimewa melalui keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(red/***)

×
Berita Terbaru Update