.

DPRD Jabar Berharap : Perda Perlindungan Anak Di Tetapkan,Tidak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak

Caption : Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat  memiliki kesamaan pemikiran bahwa anak hurus di penuhi hak-hak dasarnya,dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Perlindungan Anak,para wakil rakyat berharap hal ini dapat meminimalisir kekerasan terhadap anak dan keluarga.

Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru'yat, Perda Perlindungan Anak tersebut baru disahkan pada Senin (1/2/2021). Setiap anak dan keluarga memiliki hak untuk dilindungi dari berbagai macam kekerasan,tutur politisi dari Parati Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Lebih lanjut dikatakan Ru'yat,DPRD sudah ketuk palu menetapkan Perda penyelenggaraan Perlindungan Anak dengan harapan kekerasan terhadap anak itu diminimalisir, anak dapat tumbuh berkembang dengan baik, tidak ada kekerasan terhadap anak juga kekerasan terhadap rumah tangga sendiri,ungkapnya kepada media di Bandung, Rabu (3/2/2021).

Menurut legislator partai berlambang bulan sabit kembar ini,secara kebijakan DPRD ini sudah membuat keputusan politik untuk melindungi anak dan membentuk keluarga yang yang tangguh di negeri ini,tuturnya.

Ditambahkan Ru'yat selain itu, dengan adanya Perda tersebut diharapkan dapat membuat dan menumbuhkan kualitas anak yang produktif sehingga bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara di masa depan,kata wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar VI Kabupaten Bogor ini.

"Harus dijaga (anak) jangan sampai ketika usia produktif kualitasnya tidak kompetitif, tidak produktif, ini kan bahaya. Negeri ini ini harus diperkuat dengan sumber daya perkembangan tumbuh berkembangnya anak dengan sebaik-baiknya masyarakat Jawa Barat," jelasnya.

Oleh karena itu, Achmad mengimbau pada pada orang tua agar melindungi dan menjaga anak dengan sepenuh hati karena anak adalah amanah kehidupan."Kita akan diminta pertanggungjawaban, persiapkanlah anak-anak kita untuk menghadapi zamannya, karena zaman kita sangat berbeda dengan zaman anak-anak kita,"tandas pria kelahiran Serang 9 September 1966 ini.(Rie/Adv)