.

Wakil Walikota Yana Saksikan Sekda Ema Sumarna Saat di Vaksin Covid-19

Caption: Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana saat meyaksikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19  Kota Bandung di di RSKIA Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 311 Kopo Kota Bandung.

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Kota Bandung salah satu  enam daerah yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada Kamis (14/1/2021), yang lain Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bogor , Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan, Kota Bekasi mulai vaksinasi COVID-19 pada Jumat (15/1/2021).

Dalam lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) orang yang pertama mendapatkan kesempatan di vaksin Covid-19  yaitu Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menjadi pejabat publik, dari  10 orang yang mengawali vaksinasi COVID-19.yang mengawali vaksinasi COVID-19 di Kota Bandung merupakan pionir untuk menjadi contoh dan menyebarkan semangat bervaksin.

Mereka adalah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Kapolrestabes Kota Bandung, Anggota DPRD Kota Bandung, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Direktur RS Rotinsulu, dan Kepala BPJS Kota Bandung. Sedangkan empat orang lainnya yaitu Ketua BHP2A IDI Kota Bandung, KUA Kecamatan Bandung Wetan, Ariel Noah, dan Risa Saraswati.  

Pelaksanaan vaksinasi Covid -19 perdana di Kota Bandung dilakukan di RSKIA Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 311 Kopo Kota Bandung.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana.

Pada kesempatan itu Ema Sumarna mengatakan, "Sampai saat ini dan mudah-mudahan selama saya tidak merasakan ada hal apapun, tidak kekurangan apapun, suhu badan saya Insya Allah tetap normal rasa pegal juga tidak terasa, dan tidak ada hal-hal yang berkurang dari sebelum hingga setelah saat ini divaksin," tutur alumni APDN ini.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, 10 orang yang mengawali vaksinasi COVID-19 di Kota Bandung merupakan pionir untuk menjadi contoh dan menyebarkan semangat bervaksin.

Lebih lanjut dikatakanya,untuk dijadikan semangat, contoh, dan dapat menyebarkan kebaikan dari vaksin ini,jelas Kang Yana spaan akrab pria ini biasa disapa.

Yana memastikan, vaksin ini sudah melalui berbagai proses. Pemerintah juga menjamin keamanan dengan telah terbitnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pun demikian dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci.

“Sehingga bisa bersama-sama menjaga keluarga dan orang tua kita yang sampai saat ini masih belum dapat memperoleh vaksin," katanya.

"Vaksin ini adalah salah satu perjuangan dan ikhtiar kita dalam mengentaskan pandemi Covid-19. Ini sudah aman dan halal,” pungkasnya.(Rie/Red)