.

Kunjungan Wisatawan ke Tahura Djuanda Mengalami Penurunan

 



BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--
Kunjungan wisatawan ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Djuanda pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 turun 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Tahura Djuanda, Lianda Lubis mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Tahura pada libur Bataru kemarin hanya sekitar 12.000.

"Kunjungan wisatawan di awal tahun ini turun 50% dibanding tahun lalu. Dari total 4 hari libur Natal, dan 3 hari libur tahun baru hanya sekitar 12.000 (pengunjung), tahun lalu dua kali lipatnya," kata Lianda kepada media di Bandung, Ahad 3 Januari 2021.

Lianda memperkirakan, wisatawan yang berkunjung ke Tahura akan kembali ramai 10 hari ke depan.

Hal ini juga terjadi di awal tahun 2020 lalu, dimana kunjungan wisatawan mengalami peningkatan di pekan kedua Januari.

"Kalau lihat dari trennya, pas tahun baru agak kurang, tanggal 2 nya ramai, sekarang ramai lagi. Kami prediksi 10 hari ke depan agak ramai," katanya.

Meski tingkat kunjungan wisatawan tidak terlalu ramai, namun pihaknya kesulitan melakukan pembatasan.

Dari aturan per satuan waktu pengunjung yang bisa masuk sekitar 350 orang, pada libur kemarin pihaknya menambah jumlah tersebut.

"Harusnya per satuan waktu sekitar 350 an, karena orang di luar banyak kalau ditahan juga malah banyak di luar, jadi kita lepas sedikit masuk ke dalam, tapi masih terkendali," katanya.

Lebih lanjut Lianda menuturkan, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Tahura pada libur kemarin masih berasal dari Bandung Raya. Kalaupun ada yang dari luar Bandung Raya, jumlahnya tidak terlalu banyak.

Kemacetan di sekitar lokasi wisata Lembang pada libur kemarin diakui Lianda mendatangkan keberuntungan bagi Tahura Djuanda. Karena macet, banyak wisatawan yang memilih berlibur ke Tahura.

"Kalau Lembang macet berdampak ke pengunjung kita, yang masuk ke Tahura  lumayan," pungkasnya.***