.

Legislator Berharap Mitra Kerja Dapat Mengantisipasi Hal Terburuk di Daerah Irigasi Rawan Bencana

  

Drs,H,Daddy Rohanady saat meninjau daerh aliran sungai dan irigasi

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,
--Saat ini antisipasi penanggulangan banjir pada daerah irigasi belum maksimal, butuh peran serta masyarakat yang aktif guna mempercepat penanggulangannya. Ada beberapa pintu air cukup banyak bahkan yang palang penutupnya itu terpaksa mereka pakai gedebok pisang. Ini kan, memprihatinkan masa sih APBD kelas Rp45 triliun. Masa pintu airnya pakai gedebong pisang.

Demikian hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV DPRD provinsi Jawa Barat, Drs,H,Daddy Rohanady saat di hubungi melalui telepon seluler Minggu 25 Oktober.

Menurut politisi partai Gerindra ini, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat berharap, mitra kerjanya dapat mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi pada kawasan rawan bencana, khususnya banjir. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Diperlukan penanganan yang cepat  jika curah hujan yang tinggi kembali terjadi.

Penuntasan daerah irigasi yang baik dapat mempengaruhi nilai tukar petani serta meningkatnya intensitas tanam, yang secara otomastis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,tutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar 12 meliputi Kabupaten Cirebon,Indramyu dan kota Cirebon ini

Bagaimana mungkin provinsi yang dijadikan lumbung padi nasional tetapi kondisi bendung dan pintu airnya masih seperti in,tuturnya seraya menambahkan.hal benar-benar menyedihkan. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan berfungsinya secara optimal setiap bendung yang ada. Betapa tidak, pintu-pintu air yang ada di tiap bendung berfungsi untuk mengatur distribusi air.

Ditambahkannya selain itu, peran para petugas lapangan di setiap sub-unit pelayanan (SUP) amat membantu semua itu. Kondisi itu masih diperparah dengan tidak adanya pengatur naik-turunnya pintu air.

"Saya yakin masih banyak pintu air yang kondisinya seperti ini di UPTD PSDA lainnya. Kalau kita mau menjadi lumbung padi nasional, kiranya hal seperti ini jangan sampai terjadi," tambahnya.

Jabar sudah memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Kemandirian Pangan Daerah. Jangan sampai penegakan perda tersebut hanya ditunjang dengan gedebong pisang.

Kita juga harus memperhatikan nasib masyarakat petani kita yang benar-benar membutuhkan air. Sejatinya pintu air seperti itu amat berguna untuk menjaga ketinggian permukaan air sehingga dapat terbagi dengan lebih lancar,tegas wakil ketua fraksi partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar ini.(Adikarya Parlemen/Red)