.

Permasalahan Ekonomi Harus Jadi Prioritas Utama Pemerintah Untuk Ketahanan Keluarga

Wakil ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya (Gus Ahad)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--Wabah pandemi Covid-19 banyak memiliki dampak sosial di masyarakat mulai dari pemutusan hubungan kerja (phk) sehingga hal ini berdampak pada ketahanan keluarga.Seperti tingginya angka perceraian.

DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah untuk segera menangani permasalahan ekonomi yang terjadi di Jabar. Hal tersebut mengingat kasus perceraian yang melonjak diakibatkan dari faktor ekonomi.

"Kalau kita liat secara besar penyebab tersebar perceraian di Indonesia adalah ekonomi di dalam keluarga," kata Wakil ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya (Gus Ahad)kepada media  di  Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9/2020).

Lebih lanjut dikatakan legislator partai berlambang bulan sabit kembar ini perlu adanya langkah pemerintah untuk mengatasi keprihatinan ini berupa langkah-langkah yang riil dari program pemerintah,tegas Gus Ahad sapaan akrab pria berkacamata ini.

Menurutnya karena pemerintah punya peran yang besar dari pemerintah lahirlah program-program yang mengaktifasi faktor-faktor penguat ketahanan keluarga,ungkap wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar X meliputi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang ini.

Ditambahkan Gus Ahad,untuk itu,Dia mendesak pemerintah disemua level dapat menginisiasi program prakerja, bantuan langsung tunai dari kementrian tenaga kerja,program ini juga perlu dilakukan kajian yang lebih serius agar tepat sasaran, karena masalah perceraian ini ujung dari sekian komplikasi yang ujungnya tentunya perekonomian.

Oleh karena itu, Gus Ahad menilai sebelum program dijalankan perlu adanya kajian secara mendalam agar semua masyarakat dapat mendapatkan manfaat dari program yang dicanangkan yang dirasakan masyarakat,jadi program-programa tersebut  perlu kajian baik di pusat, provinsi dan di kabupaten kota,pungkasnya.(Rie/Red)