.

Gubernur Emil Ingatkan ASN Pemprov Jabar Wajib Masuk Kerja Selasa Besok

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar wajib masuk kerja Selasa (26/5/20) setelah cuti bersama Lebaran.

Ia mengingatkan aparatur sipil negara agar semakin giat bekerja setelah libur Idulfitri 1441 Hijriyah. Motivasi ganda ini harus diperlihatkan mengingat ASN merupakan salah satu profesi yang tidak terlalu terdampak Covid-19 dari segi finansial. "Jangan lupa bersyukur. Kelompok paling tidak terdampak Covid-19 adalah ASN.

Ketika tidak terdampak maka kerjanya harus lebih, kita tunjukkan ke masyarakat kita adalah yang terbaik untuk mereka," katanya seperti dikutip dari website pemprov jabar, Senin (25/5/2020). 

Kang Emil juga meminta seluruh kepala perangkat daerah segera membuat standar operasional prosedur (SOP) kehidupan normal baru saat Covid-19.  SOP kehidupan normal baru diperlukan karena karena saat ini belum ada vaksin dan para pakar kesehatan dunia belum tahu kapan wabah ini akan berakhir. 

Kang Emil juga mengapresiasi kinerja ASN yang menggawangi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan  Covid-19 Provinsi Jawa Barat karena mendapat apresiasi dari Gugus Tugas Pusat sebagai gugus tugas terbaik se- Indonesia. "Ini bukan dari survei -survei, tapi datang dari pimpinan gugus pusat langsung. Maka ini jadi kebanggaan," tuturnya.

Selain itu, Kang Emil juga mengapresiasi para ASN Pemda Provinsi Jabar yang telah mengumpulkan Rp10 miliar dari sebagai penghasilannya untuk membantu pemerintah menanggulangi Covid-19.

Sebelumnya pada Ahad (24/5/2020),  Emil melakukan silahturahmi secara daring dengan menyapa tokoh masyarakat lintas agama, kepada desa, relawan, dan petugas keamanan di check point tol Cikopo dan Cileunyi. 

"Biasanya kami menyelenggarakan open house, tapi ini pertama kalinya dalam sejarah, kami melakukan open house digital atau halalbihalal dengan bentuk video conference yang penting pesannya sampai ke hati," kata Kang Emil.

Menurut Kang Emil, perayaan hari raya Idulfitri tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dalam situasi pandemi Covid-19. Umat Islam mesti beradaptasi dan menunda tradisi-tradisi di hari kemenangan. "Secara fisik kita tidak bisa bersentuhan dan bertemu, tapi dibalik musibah selalu ada hikmah, di antaranya kita jadi lebih paham dengan teknologi dan hemat biaya juga," ucapnya. 

Kang Emil mengatakan, halalbihalal virtual memperlihatkan bahwa warga Jabar tidak menyerah oleh pandemi Covid-19, karena masih dapat bersilahturahmi dan merayakan hari kemenangan di rumah dengan berbagai cara.  "Tentu ini menunjukan kita tidak menyerah oleh Covid-19. Kita cari cara baru supaya kehidupan bisa normal lagi, tapi dengan gaya baru," pungasnya.(Ril/Red)