.

Kantor Disdik Jabar Terapkan Protol Kesehatan Cegah COVID-19

Sekretaris Disdik Jabar Wahyu Mijaya saat di cek suhu tubuh dengan menggunakan thermal gun  oleh satpam

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menerapkan protokol pencegahan dan penanganan wabah virus Corona (Covid-19) . Sejak merebaknya penyebaran virus Corona tersebut disdik menerapkan pengecekan bagi siapa saya yang masuk ke kantor Disdik Jabar , bagi karyawan maupun tamu yang datang ke Disdik Jabar di jalan Radjiman No 6 Kota Bandung.

Menurut Sekretaris Disdik Jabar Wahyu Mijaya, pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermal gun dilakukan oleh Satuan Pengamanan (satpam) yang diberlakukan ke siapa saja yang masuk kekantor Disdik Jabar, baik itu karyawan Disdik maupun bagi tamu.

Dikatakan ungkapkan Wahyu,pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun dikantor Disdik Jabar ini, untuk mengetahui , apakah orang tersebut melebihi suhu normal atau tidak. Selain itu, guna mencegah penyebaran Covid-19, jelasnya di Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung. Rabu (1/4/2020).

Lebih lanjut dikatakan, penerapan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun ini telah dimulai sejak Senin (30/3/2020). Sampai saat ini, seluruh ASN yang bekerja di kantor memiliki suhu tubuh normal. Sesuai prosedur, bagi ASN yang memiliki suhu badan 38 derajat celcius atau lebih, akan dipulangkan dan diimbau untuk mengecek kesehatannya, tuturnya.

Ditambahkan Wahyu selain pengecekan suhu badan,pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan. Seperti, menyiapkan hand sanitizer di beberapa titik dan menyediakan sabun di semua toilet. "Tangga, pegangan pintu, dan lain-lain rutin dibersihkan secara berkala," tuturnya.

Kita juga telah melakukan penyemprotan disinfektan, tak terkecuali masjid. Proses ibadah pun dilakukan sesuai protokol yag dianjurkan, yakni memberi jarak antar jamaah yang melaksanakan shalat.

“Kita semua tentunya berharap semua upaya ini bisa mencegah dan menanggulangi penyebaran serta sekaligus dapat memutus mata rantai wabah virus corona dan Covid-19,pungkas mantan sekretaris Badan Pendapatan Daerah (bapenda) Jawa Barat ini.(Rie/Red)