.

Gubernur Adakan Rapat Antisipasi Penyebaran Virus Corona di RSHS

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-Wabah virus corona yang mengemparkan dunia saat ini,telah menelan korban jiwa mencapai 1000 orang lebih dan telah menyebar ke 25 negara di belahan benua.

Dalam upaya penyebaran virus tersebut,pemerintah provinsi Jawa Barat bertindak cepat dan merapatkan barisan di pintu masuk ke daerah Jabar seperti Bandara dan pelabuhan dengan memasang alat pendeteksi suhu panas tubuh bagi para pendatang dari luar negeri yang terindentivikasi terkena wabah corona.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Emil memastikan sampai saat ini belum ditemukan ada warga di wilayah Jawa Barat yang terjangkit virus corona atau yang disebut WHO sebagai Covid-19. "Usai dicek oleh Litbangkes yang memiliki alat canggih untuk memastikan semuanya negatif. Sehingga per hari ini semuanya negatif kemudian kami akan selalu koordinasi dengan Kemenkes, lalu dengan imigrasi dan kesehatan pelabuhan untuk memastikan kami memiliki data-data yang akurat di Jabar," ujar Gubernur usai memimpin rapat antisipasi penyebaran virus corona yang dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dan perwakilan Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) jalan Pasteur nomor 38 Kota Bandung, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya ada dua pasien yang dirawat dan mendapatkan perawatan intensif di Ruang Isolasi RSHS Bandung. Tim dokter RSHS Bandung menyatakan dua orang tersebut negatif virus corona. Menurutnya, RSHS Bandung yang menjadi rumah sakit rujukan di Jabar dinyatakan sangat siap menghadapi penyebaran Covid-19.

Begitu ada pasien yang diindikasi terjangkit maka yang bersangkutan akan langsung diobservasi di IGD. Selain RSHS Bandung, lanjut Gubernur Emil, saat ini ada lima rumah sakit di Provinsi Jabar yang sudah disiagakan, yakni di Cirebon, Subang, Sukabumi, Indramayu dan Kabupaten Garut yang akan melengkapi sistem pertahanan dalam persiapan menghadapi virus corona.

Kang Emil sapaan akrab pria berkacamata ini biasa di sapa,meminta kepada masyarakat untuk pro aktif jika mengindikasi ada saudara atau tetangga yang memiliki ciri-ciri terjangkit virus corona, terutama bagi warga yang baru bepergian dari luar negeri seperti China atau negara yang sudah ada terjangkit virus tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan Pemprov Jabar bekerja sama dengan seluruh pihak terkait pemantauan tenaga kerja asing yang berasal dari China. "Jadi dinas-dinas tenaga kerja di kabupaten/kota sudah dikomunikasikan untuk melakukan koordinasi pemantauan dengan prosedur yang sederhana. Jika terlihat ada batuk, pilek atau demam yang menjadi gejala maka harus segera antisipasi untuk melaporkan,"pungkas Emil.(Rie/Rel)