Notification

×

Iklan

Iklan

Bekangdam III/Siliwangi Dukung Bantuan Logistik Korban Bencana di Cisarua KBB

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:40 WIB Last Updated 2026-01-31T09:40:00Z

Caption : Kepala Bekangdam  III/Siliwangi, Kolonel Cba Faryan Noversyah P.P.Y., S.Sos., CHMRP., saat menjadi narasumber pada Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Jumat (30/1/2026) 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Bekangdam III/Siliwangi bergerak cepat memberikan bantuan logistik bagi korban bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan berupa dapur umum lapangan, posko darurat, dan fasilitas MCK disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.


Langkah cepat TNI AD melalui Bekangdam III/Siliwangi ini merupakan tindak lanjut atas perintah langsung Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dalam penanganan darurat bencana longsor Cisarua.


Kepala Bekangdam III/Siliwangi, Kolonel Cba Faryan Noversyah P.P.Y., S.Sos., CHMRP., mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi untuk memastikan distribusi logistik dan dukungan hidup berjalan optimal.


Pernyataan tersebut disampaikan Kolonel Faryan saat menjadi narasumber Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).


TNI AD Dirikan Posko dan Dapur Umum di Lokasi Longsor Cisarua


Di lokasi bencana longsor Cisarua, Bekangdam III/Siliwangi mendirikan posko atau markas lapangan yang berfungsi sebagai pusat komando sekaligus tempat tinggal sementara personel. Selain itu, dapur umum lapangan TNI dan MCK darurat turut digelar untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.


“Kami membawa logistik dari home base untuk kebutuhan awal tiga sampai lima hari, karena kami mengantisipasi keterbatasan akses dan pasokan di lokasi bencana,” ujar Kolonel Faryan.


Dapur Umum Bekangdam Produksi Hingga 1.100 Porsi per Hari


Operasional dapur umum Bekangdam III/Siliwangi mampu beradaptasi dengan meningkatnya jumlah pengungsi longsor Cisarua. Dengan dukungan sekitar 50 personel, dapur lapangan mampu memproduksi hingga 500 porsi dalam sekali masak.


“Pada hari pertama kami menyiapkan 300 porsi, hari kedua 600 porsi, dan pada hari-hari berikutnya pernah mencapai 1.100 porsi per hari,” kata Faryan.


Data jumlah pengungsi, lanjutnya, diperoleh melalui koordinasi dengan Kodim setempat agar distribusi bantuan korban longsor Bandung Barat tepat sasaran.


Menu Bergizi untuk Pengungsi Longsor Bandung Barat


Tim dapur lapangan Bekangdam III/Siliwangi diorganisasi secara terstruktur, mulai dari pengolahan bahan, memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada pengungsi.


“Personel kami sudah terlatih dan siap memasak berbagai menu,” tegas Kolonel Faryan.


Menu yang disajikan antara lain Sapi Lada Hitam dan Ayam Rica-rica, dengan bahan baku yang berasal dari bantuan Dinas Sosial.


Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Penanganan Bencana


Kolonel Faryan mengungkapkan, tantangan utama dalam penanganan bencana longsor Cisarua adalah kondisi cuaca ekstrem. Hujan yang hampir turun setiap hari membuat tim harus lebih disiplin menjaga kualitas dan keamanan makanan.


“Kondisi basah dan lembap menuntut kami ekstra menjaga kualitas makanan, termasuk menyesuaikan tingkat kepedasan demi kesehatan pengungsi,” ujarnya.


Meski telah memasuki hari keenam operasi, Faryan memastikan seluruh kendala dapat diatasi dengan baik. Ia juga menekankan kuatnya sinergi TNI AD, Basarnas, dan unsur pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana di Bandung Barat.


“Semua pihak saling membantu sesuai peran dan kapasitas masing-masing,” pungkasnya.**

×
Berita Terbaru Update