Notification

×

Iklan

Iklan

Legislator Prihatin Terhadap Kasus Penganiayaan Pimpinan Ponpes Al Hidayah Kiai Umar Basyri

Selasa, 30 Januari 2018 | 14:02 WIB Last Updated 2018-01-30T07:02:35Z
BANDUNG,LENTERAJABAR.COM-Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat merasa prihatin menyikapi penganiayaan yang menimpa pimpinan pondok pesantren Al Hidayah ajengan Sentiong.

Menurut Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari menyampaikan keprihatiannya dengan penganiayaan terhadap Kiai Umar Basyri (60).

Untuk diketahui, Umar Basyri mengalami penganiayaan di Masjid Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/1).

“Kami sangat prihatin dengan peristiwa kiai Umar Basyri yang diserang di masjid usia shalat subuh beberapa waktu lalu,” kata Ineu Purwadewi Sundari kepada wartawan di gedung dewab jalan Diponegoro no 27 kota  Bandung,Selasa(30/1).

Ineu tidak menyangka atau kaget dengan tindakan pelaku yang nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang ulama. Terlebih sang ulama berada di dalam masjid.

“Saya pikir tindak pelaku sudah termasuk keji ya karena menyerang orang saat sedang beribadah di masjid,” kata politisi perempuan dari Fraksi PDIP Jawa Barat ini.

Ditambahkanya hal ini,tentunya ini menjadi keprihatinan bagi masyarakat Jawa Barat,tuturnya seraya mengatakan berharap pelaku mendapat hukuman maksimal, sehingga menimbulkan efek jera dan kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ade Barkah Surahman juga menyampaikan hal serupa. Ia mengecam tindakan pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap ulama.

“Kita mengutuk keras perbuatan pelaku karena alim ulama itu kan tokoh ya. Jadi kita sangat menyesalkan dan mengutuk penganiayaan seperti itu,” kata Ade Barkah Surahman.

Menurutnya, penganiayaan tersebut sangat di luar dugaan. Kultur di Jabar juga tidak mengenal peristiwa tersebut sebelumnya.(Ari/Red)
×
Berita Terbaru Update