BOGOR,LENTERAJABAR.COM, – Revolusi industri otomotif ramah lingkungan menuntut kesiapan tenaga pemasar yang adaptif. Menjawab tantangan tersebut, SMK Wikrama Bogor sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Pemasaran Bisnis Digital bagi 66 siswa kelas XII pada 3-4 April 2026, dengan menggandeng praktisi industri dari Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI).
Kegiatan intensif ini diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada 2 April 2026 untuk menyelaraskan standar sekolah dengan ekspektasi dunia kerja. Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui tiga jalur utama: Uji Tertulis, Uji Praktik, dan Wawancara Mendalam.
Menguasai 3 Pilar Utama Pemasaran Modern
Ahmad Madani, Sekretaris Jenderal KOMISI yang juga bertindak sebagai Plt Koordinator Divisi Vokasi KOMISI, menyatakan bahwa kurikulum UKK kali ini dirancang untuk mencerminkan kompetensi tingkat nasional.
"Kami menguji siswa dalam tiga aspek krusial: perancangan strategi melalui Business Model Canvas (BMC), ketangkasan negosiasi transaksi, hingga kemahiran live streaming selling. Fokus kami adalah melahirkan talenta yang siap langsung terjun ke industri tanpa jeda adaptasi yang lama," tegas Ahmad Madani, yang telah menjadi Juri Nasional LKS Digital Marketing sejak 2019.
Objek produk yang diujikan adalah lini kendaraan masa depan, yakni Motor Listrik United. Peserta ditantang untuk menguasai product knowledge dan menjual berbagai tipe, mulai dari United MX1200, T1800, TX1800, C2000, hingga Avand SC Series.
Sinergi AGMARI dan Pendidikan Vokasi
Keberhasilan UKK ini tidak lepas dari peran Ibu Rina Finanti, Kepala Jurusan Pemasaran SMK Wikrama Bogor. Beliau menjelaskan bahwa pelibatan tokoh industri seperti Ahmad Madani adalah langkah strategis untuk memvalidasi kualitas lulusan.
Sebagai Ketua Umum Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), Ibu Rina Finanti melihat kegiatan ini sebagai model ideal Link and Match di Indonesia.
"Tujuan kami bukan sekadar kelulusan, tetapi memastikan 66 peserta ini memiliki standar kompetensi yang diakui secara profesional. Sinergi antara AGMARI, sekolah, dan praktisi dari KOMISI memastikan kurikulum kami tetap relevan dengan tren pasar global," ujar Ibu Rina.
Melalui pengujian yang ketat ini, SMK Wikrama Bogor kembali memperkuat posisinya sebagai pionir dalam menghasilkan SDM berkualitas yang mampu mengintegrasikan strategi bisnis tradisional dengan platform penjualan digital terbaru.(red/ril)

