Notification

×

Iklan

Iklan

Terpilih Aklamasi Buky Wibawa Jadi Ketua Asprov PSSI Jabar

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:31 WIB Last Updated 2026-10-17T10:31:22Z

Caption : Ketua umum PSSI Jawa Barat periode 2026-2030. Buky Wibawa Karya Guna, mengibarkan bendera PSSI seusai kongres  di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, -  Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat pada helatan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).


Secara  aklamasi seluruh pemilik suara  atau voters memberikan dukungan kepada Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si., menjadi ketua umum PSSI Jawa Barat periode 2026-2030.


Buky menyampaikan, keterpilihannya secara aklamasi tidak terlepas dari dukungan para voters yang disebutnya berjumlah sekitar 95 orang. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Jabar, termasuk Prof. Tommy  Apriantono dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.


Selain mengapresiasi para calon yang sebelumnya muncul, Buky turut memberikan penghargaan kepada Vivin Cahyani, yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asprov PSSI Jawa Barat. Menurut dia, selama kurang dari satu tahun, berbagai program pembinaan telah dijalankan untuk mendukung perkembangan sepak bola di Jawa Barat.


Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun program kerja kepengurusan baru. Buky berharap pembinaan yang telah berjalan dapat dilanjutkan dan dikembangkan melalui kolaborasi antara Asprov PSSI Jabar, PSSI pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan sepak bola.


Buky menegaskan, Jawa Barat memiliki posisi penting dalam perkembangan sepak bola nasional, terutama sebagai salah satu daerah pemasok pemain berbakat. Karena itu, potensi besar tersebut harus didukung pembinaan yang terencana, mulai dari tingkat akar rumput hingga jenjang kompetisi yang lebih tinggi.


"Saya ingin ekosistem sepak bola di Jawa Barat ini bisa kita bangun bersama. Bagaimanapun, Jawa Barat sudah menjadi barometer dan kontributor pemain untuk tingkat nasional," kata kang Buky sapaan akrab ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ini.


“Dan saya juga tidak boleh melupakan sejarah bahwa saya berangkat dari klub UNI yang merupakan klub dan sekolah sepak bola tertua di Indonesia tahun 1903,” ungkapnya. 


Buky memastikan memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) selama kepemimpinannya dalam empat tahun kedepan. Salah satunya melanjutkan pembinaan yang sudah menjadi program PSSI pusat. 


“Kita teruskan program kepelatihan lisensi, lalu memperhatikan infrastruktur sarana prasarana lapangan dengan memperbanyak turnamen-turnamen mulai yang usia dini,paparnya selain itu juga pengembangan kembali Liga Desa, Liga Pesantren, Liga Pelajar dan Liga Mahasiswa. 


Menurutnya ​jadi, semakin banyak turnamen saya kira ini akan semakin baik dan sepak bola memang bolanya harus nempel di kaki para pemain sejak usia dini hampir setiap hari. Tanpa itu enggak mungkin sepak bola menjadi satu kesatuan dalam jiwa raga pemain itu,pungkas kang Buky.

Caption : Ketua umum PSSI Jawa Barat periode 2026-2030. Buky Wibawa Karya Guna, bersama  Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada media seusai pengukuhan di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).


Membangun Sepak Bola Jawa Barat dari bawah

Sementara Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan tidak mungkin membangun sesuatu dengan perpecahan.


"Aklamasi bukan berarti sesuatu yang negatif. Ketika seluruh pemilik suara bersatu, pemerintah daerah bersatu, KONI mendukung, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola mendukung, kita bisa membangun sepak bola bersama-sama," ujar Erick, setelah mengukuhkan Buky sebagai ketua umum PSSI Jawa Barat.


Jawa Barat memiliki jumlah penduduk, sekitar  51,7 juta jiwa."Kita harus berani membangun sepak bola Jawa Barat dari bawah. Untuk itu, diperlukan kekompakan semua pihak," kata Erick.


Erick mengatakan, tadi Pak Buky menyampaikan bahwa jumlah wasit dan pelatih akan ditambah.Hal itu juga harus didukung pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pihak terkait. Salah satu cara yang paling memungkinkan untuk menambah jumlah wasit dan pelatih adalah melalui pembinaan dari tingkat bawah, bukan hanya di level liga,jelasnya.


Erick mengatakan, bisa bekerja sama dengan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tadi juga sudah disampaikan dukungan dari sejumlah pihak.


"Artinya, ini menjadi bagian dari upaya mendukung perekonomian bangsa, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan standar sepak bola nasional," ujar dia.


Setelah sebelumnya kita membangun liga dan tim nasional,ke depan PSSI harus mulai membangun sepak bola dari bawah melalui provinsi-provinsi.


"Ini yang bisa kita dorong, kalau Jepang dan Belanda bisa, mengapa Indonesia tidak bisa, kita harus bisa, tentu dimulai dari provinsi," katanya


Erick mengaku, bangga bisa hadir dan menjadi bagian dari perubahan besar sepak bola, khususnya di Jawa Barat dan juga di provinsi-provinsi lainnya.


Saat disinggung program Pemerintah Jawa Barat, berencana membangun satu lapangan di satu desa, Erick mengaku terharu.


"Saya terharu membayangkan anak-anak di desa bisa mendapatkan kesempatan untuk berolahraga. Salah satu tantangan pada masa depan adalah ketika jumlah penduduk usia lanjut semakin meningkat, tetapi kondisi kesehatannya kurang baik," tuturnya.


Erick mengungkapkan, dengan mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk berolahraga, itu bisa menekan biaya kesehatan pada masa depan karena masyarakat sudah dibiasakan hidup sehat sejak dini.(red/***)





×
Berita Terbaru Update